DKI Jakarta: Kesalahan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) memang relatif jarang terjadi. Namun, kesalahan tersebut sebenarnya dapat diminimalkan jika pengemudi lebih teliti selama proses pengisian.
Salah memilih jenis BBM, seperti bensin untuk mobil diesel atau solar untuk mobil bermesin bensin, dapat berisiko mengganggu kinerja kendaraan. Karena itu, pengemudi perlu melakukan pengecekan sederhana sebelum, selama, dan setelah pengisian BBM.
Berikut enam tips dari Auto2000 yang dapat dilakukan untuk mencegah salah isi BBM di SPBU:
1. Biasakan Turun dari Mobil
Sebagian pengemudi memilih tetap berada di dalam mobil selama proses pengisian BBM. Dengan turun dari kendaraan, pengemudi dapat memantau proses pengisian dengan lebih jelas sekaligus memastikan aspek keselamatan selama berada di area SPBU.
2. Sebutkan Jenis BBM dengan Jelas
Saat berkomunikasi dengan petugas SPBU, sampaikan jenis BBM yang akan diisi secara jelas, termasuk jumlah yang diinginkan.
Baca Juga :
Salah Isi BBM di SPBU? Jangan Nyalakan Mesin, Ini yang Harus Dilakukan
Jumlah BBM dapat disampaikan dalam satuan liter maupun nominal rupiah. Untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman, pengemudi juga dapat mengulangi permintaan tersebut sebelum proses pengisian dimulai.
3. Sampaikan Permintaan dengan Tegas
Kesalahan komunikasi dapat terjadi ketika petugas dan konsumen memiliki pemahaman berbeda mengenai jenis atau jumlah BBM yang akan diisi. Karena itu, sampaikan jenis dan jumlah BBM secara tegas dan jelas. Pastikan kembali permintaan tersebut sebelum nozzle mulai digunakan.
4. Kenali Warna Nozzle
Setiap jenis BBM di SPBU umumnya memiliki identitas warna nozzle tertentu. Mengenali warna nozzle dapat menjadi salah satu pengecekan tambahan bagi pengemudi sebelum proses pengisian dimulai.
5. Perhatikan Proses Pengisian
Pengemudi sebaiknya tidak langsung meninggalkan proses pengisian kepada petugas. Perhatikan jenis BBM yang dipilih dan jumlah BBM yang masuk ke tangki kendaraan.
Harga per liter yang tertera pada dispenser juga dapat menjadi informasi tambahan untuk memastikan BBM yang dipilih sudah sesuai dengan permintaan.
Baca Juga :
Cara Mudah Beli Bensin Pakai MyPertamina di SPBU
6. Cek Kembali Sebelum Meninggalkan SPBU
Setelah proses pengisian selesai, periksa kembali jenis dan jumlah BBM yang telah dimasukkan ke dalam tangki.
Informasi pada struk pembayaran juga dapat digunakan untuk memastikan pengisian telah sesuai. Jika seluruhnya sudah benar, tutup kembali tangki BBM dan kendaraan dapat melanjutkan perjalanan.
Dengan melakukan pengecekan sebelum, selama, dan setelah pengisian, risiko kesalahan memilih jenis BBM di SPBU dapat diminimalkan.
DKI Jakarta: Kesalahan saat mengisi
bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (
SPBU) memang relatif jarang terjadi. Namun, kesalahan tersebut sebenarnya dapat diminimalkan jika pengemudi lebih teliti selama proses pengisian.
Salah memilih jenis BBM, seperti bensin untuk mobil diesel atau solar untuk mobil bermesin bensin, dapat berisiko mengganggu kinerja kendaraan. Karena itu, pengemudi perlu melakukan pengecekan sederhana sebelum, selama, dan setelah pengisian BBM.
Berikut enam tips dari Auto2000 yang dapat dilakukan untuk mencegah salah isi BBM di SPBU:
1. Biasakan Turun dari Mobil
Sebagian pengemudi memilih tetap berada di dalam mobil selama proses pengisian BBM. Dengan turun dari kendaraan, pengemudi dapat memantau proses pengisian dengan lebih jelas sekaligus memastikan aspek keselamatan selama berada di area SPBU.
2. Sebutkan Jenis BBM dengan Jelas
Saat berkomunikasi dengan petugas SPBU, sampaikan jenis BBM yang akan diisi secara jelas, termasuk jumlah yang diinginkan.
Jumlah BBM dapat disampaikan dalam satuan liter maupun nominal rupiah. Untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman, pengemudi juga dapat mengulangi permintaan tersebut sebelum proses pengisian dimulai.
3. Sampaikan Permintaan dengan Tegas
Kesalahan komunikasi dapat terjadi ketika petugas dan konsumen memiliki pemahaman berbeda mengenai jenis atau jumlah BBM yang akan diisi. Karena itu, sampaikan jenis dan jumlah BBM secara tegas dan jelas. Pastikan kembali permintaan tersebut sebelum nozzle mulai digunakan.
4. Kenali Warna Nozzle
Setiap jenis BBM di SPBU umumnya memiliki identitas warna nozzle tertentu. Mengenali warna nozzle dapat menjadi salah satu pengecekan tambahan bagi pengemudi sebelum proses pengisian dimulai.
5. Perhatikan Proses Pengisian
Pengemudi sebaiknya tidak langsung meninggalkan proses pengisian kepada petugas. Perhatikan jenis BBM yang dipilih dan jumlah BBM yang masuk ke tangki kendaraan.
Harga per liter yang tertera pada dispenser juga dapat menjadi informasi tambahan untuk memastikan BBM yang dipilih sudah sesuai dengan permintaan.
6. Cek Kembali Sebelum Meninggalkan SPBU
Setelah proses pengisian selesai, periksa kembali jenis dan jumlah BBM yang telah dimasukkan ke dalam tangki.
Informasi pada struk pembayaran juga dapat digunakan untuk memastikan pengisian telah sesuai. Jika seluruhnya sudah benar, tutup kembali tangki BBM dan kendaraan dapat melanjutkan perjalanan.
Dengan melakukan pengecekan sebelum, selama, dan setelah pengisian, risiko kesalahan memilih jenis BBM di SPBU dapat diminimalkan.
(UDA)