Terlebih apabila banyak mengkonsumsi karbohidrat dan makanan asin bisa membuat badan lelah dan berefek waktu reaksi bertambah seperti efek meminum alkohol. Medcom.id/Ekawan Raharja
Terlebih apabila banyak mengkonsumsi karbohidrat dan makanan asin bisa membuat badan lelah dan berefek waktu reaksi bertambah seperti efek meminum alkohol. Medcom.id/Ekawan Raharja

Safety Driving

Menyetir dengan Kondisi Kenyang atau Mabuk Sama Berbahayanya

Otomotif safety driving tips otomotif
Ekawan Raharja • 07 Oktober 2020 12:00
Amerika Serikat: Banyak pengemudi yang memilih untuk makan terlebih dahulu hingga kenyang sebelum perjalanan jauh. Ternyata kondisi ini sangat tidak sarankan dan sebaiknya dihindari karena berbahaya.
 
Dikutip dari situs Countryliving, ahli nutrisi memperingatkan mengemudi dengan perut penuh sama berbahayanya dengan mengemudi sambil mabuk alkohol. Terlebih apabila banyak mengkonsumsi karbohidrat dan makanan asin bisa membuat badan lelah dan berefek waktu reaksi bertambah seperti efek meminum alkohol.
 
Ahli Nutrisi, Jenny Tschiesche, menjelaskan metabolisme tubuh membutuhkan waktu untuk bekerja mencerna makanan yang masuk. Kurang lebih proses ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Waktu yang paling berbahaya untuk mengemudi adalah tiga jam setelah makan. Hal ini karena kebanyakan kita memiliki waktu metabolisme sekitar 3 jam, sehingga di momen ini kita akan merasa lelah," ungkap Jenny.
 
Untuk itu dia menyarankan kepada pengemudi untuk meminum banyak air, tidur yang cukup, dan memilih makanan yang rendah karbohidrat. Bahkan dia menyarankan sebaiknya mengemudi, 5 jam setelah makan besar agar sebagian makanan yang ada di perut sudah dicerna.
 
Nah bagaimana dengan Anda, masih mau makan besar sampai kenyang sebelum mengemudi mobil?
 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif