Jakarta: Baru-baru ini jagat dunia maya ramai memperbincangkan rombongan komunitas BMW yang mengalami kecelakaan beruntun saat konvoi. Menurut pakar safety driving, ada sejumlah hal yang abai mereka perhatikan sehingga kecelakaan beruntun terjadi meski di kecepatan rendah.
Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan kecepatan rendah bukan jaminan terbebas dari kecelakan. Menurutnya ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan ketika melakukan konvoi agar bisa memperkecil kecelakaan beruntun saat konvoi.
"Konvoi yang pelan belum tentu aman, karena pelan tidak identik dengan aman. Sesuaikan kecepatan dengan aturan yang berlaku, di jalan tol lajur kiri minimal 60 kilometer per jam," buka Soni Senin (2/3/2020) kepada Medcom.id.
Selain itu agar terhindar rombongan yang terlalu panjang, sebaiknya rangkaian dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap bagian konvoi sebaiknya cukup terdiri dari 5-7 unit mobil.
Kemudian untuk formasinya, sebaiknya peserta konvoi menjaga jarak aman berkendara. Dalam aturan safety driving, setidaknya antar mobil memiliki jarak tiga detik untuk mengantisipasi bahaya. Kemudian pastikan formasi zig-zag agar mobil-mobil di belakangnya bisa melihat mobil di depannya dengan maksimal.
"Pentingnya komunikasi antar mobil, sehingga halangan yang ada di depannya depannya dapat terinformasi dengan mobil di belakangnya," beber Soni.
Akun Instagram, @dashcam_owners_Indonesia, mengunggah sebuah video konvoi mobil-mobil BMW di jalan tol. Di tengah-tengah perjalanan terjadi pengereman mendadak di barisan tengah sehingga terjadi tabrakan beruntun yang mengular hingga mobil terbelakang. Hal ini menjadi perbincangan hangat warganet, dengan beragam komentarnya yang beraneka ragam.
View this post on Instagram
A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia) on Mar 1, 2020 at 5:06am PST
Jakarta: Baru-baru ini jagat dunia maya ramai memperbincangkan rombongan komunitas BMW yang mengalami kecelakaan beruntun saat konvoi. Menurut pakar safety driving, ada sejumlah hal yang abai mereka perhatikan sehingga kecelakaan beruntun terjadi meski di kecepatan rendah.
Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan kecepatan rendah bukan jaminan terbebas dari kecelakan. Menurutnya ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan ketika melakukan konvoi agar bisa memperkecil kecelakaan beruntun saat konvoi.
"Konvoi yang pelan belum tentu aman, karena pelan tidak identik dengan aman. Sesuaikan kecepatan dengan aturan yang berlaku, di jalan tol lajur kiri minimal 60 kilometer per jam," buka Soni Senin (2/3/2020) kepada Medcom.id.
Selain itu agar terhindar rombongan yang terlalu panjang, sebaiknya rangkaian dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap bagian konvoi sebaiknya cukup terdiri dari 5-7 unit mobil.
Kemudian untuk formasinya, sebaiknya peserta konvoi menjaga jarak aman berkendara. Dalam aturan safety driving, setidaknya antar mobil memiliki jarak tiga detik untuk mengantisipasi bahaya. Kemudian pastikan formasi zig-zag agar mobil-mobil di belakangnya bisa melihat mobil di depannya dengan maksimal.
"Pentingnya komunikasi antar mobil, sehingga halangan yang ada di depannya depannya dapat terinformasi dengan mobil di belakangnya," beber Soni.
Akun Instagram, @dashcam_owners_Indonesia, mengunggah sebuah video konvoi mobil-mobil BMW di jalan tol. Di tengah-tengah perjalanan terjadi pengereman mendadak di barisan tengah sehingga terjadi tabrakan beruntun yang mengular hingga mobil terbelakang. Hal ini menjadi perbincangan hangat warganet, dengan beragam komentarnya yang beraneka ragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)