Ilustrasi kecelakaan. Medcom.id/Rakhmat Riyandhi (Patricia Vicka)
Ilustrasi kecelakaan. Medcom.id/Rakhmat Riyandhi (Patricia Vicka)

Tips Knowledge

Cara Menolong Korban Kecelakaan yang Aman dan Benar

M. Bagus Rachmanto • 04 Maret 2020 10:18
Jakarta: Saat berkendara tak jarang kita melihat kecelakaan lalu lintas. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan kemanusiaan, yang membuat kita selalu tergerak membantu kesulitan manusia lainnya.
 
Hanya saja orang dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan tidak boleh asal. Dan tidak semuanya mengerti tentang cara pemberian pertolongan bagi korban. Akibatnya korban yang semula seharusnya bisa terselamatkan, ternyata luka yang dialami bisa lebih parah.
 
Dampak itu selain dipicu ketidakmengertian para penolong, juga disebabkan kepanikan. Untuk itu ada perlunya memahami tahap-tahapan dalam mengatasi trauma dan pertolongan pertama pada kecelakaan.
 
Perwakilan dari Global Dokter Indonesia, Agus Widodo menuturkan, ada tata laksana pertolongan pertama pada kecelakaan yang harus dipahami bagi penolong.
 
"Cara yang paling mudah untuk menolong korban kecelakaan adalah yang pertama kali harus memastikan bahwa Anda aman terlebih dahulu. Jangan sampai saat Anda menolong malah jadi korban (terduga tersangka)," kata Agus di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Berikut cara yang harus dilakukan jika Anda ingin menolong korban kecelakaan:
 
Anggap sudah patah
Agus mengatakan, bahwa setiap melihat kecelakaan penolong harus berasumsi bahwa korban tersebut sudah mengalami patah tulang.
 
"Posisikan korban tidur terlentang jangan sampai dipindah-pindahkan. Kalau ada penolong lebih dari satu usahakan satu orang khusus untuk memegang kepala. Jadi saat dipindahkan ke tempat aman kepala korban tidak bergerak. Itu yang paling penting sekali," bebernya.
 
Jangan ditarik
Saat korban terjatuh dari kendaraan dan tergeletak di jalan, korban jangan ditarik. Jangan mengangkat kaki korban lebih dulu atau jangan mengangkat badan dan kepalanya terlebih dahulu. Angkat tubuhnya secara keseluruhan ke lokasi yang lebih aman.
 
“Saat ditarik, kita tak tahu apakah ada bagian yang patah atau tidak. Misalnya patah di leher kan kita enggak tahu," ucapnya.
 
Cek napas korban
Pastikan napas korban terlebooh dulu. Cek korban apakah masih tersadar atau pingsan. “Di luar negeri semua orang rata-rata sudah terlatih bagaimana menolong korban kecelakaan,” ungkapnya.
 
Jangan sendiri
Mintalah orang lain untuk membantu. Jangan mengangkat korban sendirian. Panggil 2-3 orang saat mengangkat dan pastikan tubuh korban lurus, angkat keseluruhan. “Kepala harus dipegang dan tubuhnya lurus,” kata Agus.
 
"Untuk menjadi seorang penolong yang pertama harus kuat mental, kedua jangan panik. Karena bila panik yang mestinya dilakukan dengan benar bisa jadi salah. Jadi misalkan memindahkan tubuh korban jika tidak benar itu hanya memperparah keadaan," pungkasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(UDA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif