Pelumas transmisi ada kalanya untuk diganti agar tidak menimbulkan masalah dan lenih awet.
Pelumas transmisi ada kalanya untuk diganti agar tidak menimbulkan masalah dan lenih awet.

Perawatan Kendaraan

Benarkah Ganti Oli Transmisi Matic Lebih Cepat dari Manual?

Otomotif tips mobil perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 13 Februari 2020 11:35
Jakarta: Transmisi memiliki beberapa kesamaan dengan mesin, sama-sama mebutuhkan pelumasan untuk menguragi gaya gesek antar komponen yang berkaitan. Pelumas transmisi ada kalanya untuk diganti, jika tidak seiring waktu pasti akan menimbulkan masalah besar pada kendaraan kesayangan.
 
Umumnya mobil mengunakan 2 type transmisi, transimisi manual dan transmisi otomatis atau lebih mudah disebut matik. Kendaraan dengan transmisi matik juga terbagi atas 2 varian yakni konvensional atau powershift dan CVT (Continuously Variable Transmission).
 
Tentu setiap pelumas ini memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, dan seperti kekentalannya, formulasinya, sampai waktu pergantian oli transmisi juga berbeda-beda, terutama antara transmisi matic, CVT, dengan manual. Sebagai contoh perbedaan pergantian oli transmisi untuk matik CVT pergantiannya sekitar 40 ribu kilometer dan matic konvensional bisa mencapai 60 ribu kilometer, untuk transmisi manual 60 ribu - 80 ribu kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laman Mekanik Mitsubishi jelaskan penyebab pergantian oli manual lebih lama dari transmisi matik karena susunan komponen transmisi matic CVT lebih simpel dari transmisi konvensional atau manual meskipun pada komponen transmisi matik menggunakan V-Belt. Maka pergantian oli transmisi matik CVT lebih cepat karena dari susunan komponen keduanya jelas berbeda.
 
Lebih jelasnya lagi pada interval pergantian oli matik CVT lebih pendek, hal ini bertujuan agar komponen di dalam lebih awet dan tahan lama. Penyebab transmisi manual bisa lebih dari 60 ribu kilometer, karena transmisi manual itu sistemnya kering, dalam arti kampas rem, kopling, crup tidak direndam oli transmisi.
 
Logikanya karena transmisi manual antara gear dan kampas dibuat terpisah, maka fungsi oli hanya melumasi gear. Sedangkan untuk transmisi matik, kampas dan komponen lainnya direndam oli, maka standar SAE (Society of Automotive Engineers) jadi ebih kental oli transmisi manual.
 
Tentu saja jika pemilik kendaraan abai mengganti ini, maka bisa jadi ada kerusakan yang siap menanti transmisi kendaraan. Tidak ada salahnya untuk mencatat waktu pergantian pelumas transmisi, dan ganti pelumas transmisi sesuai dengan spesifikasi mobil. Selain itu, dengan melakukan perawatan berkala secara rutin di bengkel resmi, biasanya sekalian diperiksa kondisi pelumas transmisi dan akan diberitahukan ketika waktunya pergantian.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif