Ban yang sudah botak akan kekurangan traksi ketika melakukan pengereman di jalanan basah. Forwot
Ban yang sudah botak akan kekurangan traksi ketika melakukan pengereman di jalanan basah. Forwot

Safety Driving

Ban Gundul? Perjauh Jarak Pengereman Mobil

Otomotif tips mobil safety driving tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 09 Januari 2020 14:54
Jakarta: berjalan. Padahal, ban yang sudah mulai kehilangan kembangannya berbahaya dan tidak aman untuk digunakan saat jalanan basah.
 
Bridgestone memperagakan perbedaan jarak pengereman mobil di jalan yang basah antara ban baru dengan ban yang sudah gundul. Uji coba kali ini pun menggunakan Honda City yang sudah dilengkapi dengan fitur anti-lock braking system (ABS).
 
Hasilnya, mobil dengan menggunakan ban baru menghasilkan jarak pengereman 31 meter. Sedangkan untuk ban yang gundul memerlukan jarak pengereman 38 meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chief Training and Product Evaluation Bridgestone Indonesia, Andri Heryadi, menjelaskan ini adalah efek dari ban yang sudah memulai kehilangan kembangannya. Sehingga ban tidak bisa membuang air dengan baik sehingga traksi berkurang.
 
"Ban kehilangan daya cengkramnya dengan permukaan. Jika air tidak bisa dibuang dengan baik, maka tidak akan mencengkram permukaan dengan baik karena terhalang oleh air," ujar Andri di sela-sela ASEAN NCAP Vehicle Safety Course di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
 
Andri mengingatkan pemilik mobil untuk selalu memeriksakan kondisi ban. Apabila sudah waktunya untuk diganti maka segeralah diganti agar ban tetap bisa bekerja dengan baik.
 
Ganti bila sudah melewati batas ketebalan tapak ban yang dapat diketahui lewat tanda TWI (Tread Wear Indicator).
 
Ban yang sudah 'gundul' akan sulit mengatasi genangan air sehingga mudah kehilangan traksi dan kendali.
 
Tak hanya ban, saat hujan deras di jalan, sinyal cahaya lampu menjadi alat penanda setiap kendaraan sekaligus alat komunikasi antarpengemudi. Oleh karena itu pastikan seluruh lampu-lampu kendaraan bekerja dengan seharusnya. Mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu sein, lampu mundur hingga lampu kabut.
 
Pada beberapa model mobil biasanya juga sudah dilengkapi lampu kabut belakang. Pastikan lampu ini berfungsi dan fungsikan saat kondisi hujan deras atau cuaca berkabut tebal.
 
Selain memastikan semua berfungsi, pastikan pula lampu-lampu sudah sesuai dengan standar aturan keselamatan dan keamanan berkendara. Yang paling penting adalah memeriksa level ketinggian sorot lampu utama agar tidak menyilaukan lawan.
 
Sorot lampu yang terlalu tinggi hanya merugikan orang lain tanpa memberikan keuntungan signifikan pada Anda.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif