Mengemudi sambil mendengarkan musik rock membuat sopir lebih ceroboh.
Mengemudi sambil mendengarkan musik rock membuat sopir lebih ceroboh.

Safety Driving

Dengar Musik Rock saat Berkendara, Berbahaya?

Ekawan Raharja • 27 September 2019 15:53

Guangdong: Mendengarkan musik saat berkendara merupakan salah satu cara untuk mengusir kebosanan. Ketika memilih musik, sebaiknya dipilih-pilih dan menghindari musik rock.
 
Penelitian yang dilakukan South China University of Technology dan Guangdong University of Technology menunjukan musik rock tidak cocok didengarkan saat mengemudi. Efeknya adalah membuat pengemudi lebih kencang dan ceroboh ketika mengemudi.
 
Studi ini akan melibatkan volunteer degan berbagai kepribadian dengan menggunakan simulator mengemudi sembari mendengarkan berbagai jenis musik. Hasilnya pengemudi yang mendengarkan musik kencang akan lebih ceroboh ketika mengemudi, dibandingkan mendengarkan musik yang lebih ringan atau tidak mendengarkan musik sama sekali.

Bahkan mereka mencatat para pengemudi yang mendengarkan musik cepat, mengemudi lebih kencang sekitar 16 kilometer per jam. Selain itu kebiasaan untuk berpindah jalur juga lebih sering, mencapai 140 kali dalam satu jam.
 
Bahkan mereka berpendapat bahwa hasil penelitian ini perlu diperkenalkan kepada publik dan pelajar dalam mendengarkan musik ketika sedang mengemudi. "Temuan ini harus dikembangkan di dalam edukasi mengemudi, pelatihan dan juga tindakan manajemen dalam mengurangi gangguan pengemudi. Sehingga keselamatan dan kesadaran pengemudi bisa ditingkatkan," dikutip dari Autoevolution.
 
Selain itu, para peneliti juga memiliki semangat untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan melengkapi data dan memverifikasi data temuan dalam simulator mengemudi. Sehingga data yang diberikan lebih lengkap dan komprehensif.
 
Penelitian serupa juga dilakukan oleh sebuah  lembaga pembiayaan di Inggris, Moneybarn, menjelaskan banyak lagu-lagu yang akrab didengarkan malah berbahaya ketika didengarkan selama mengemudi. Lagu-lagu ini dinilai berpengaruh terhadap psikologi pengemudi, dan akhirnya dapat meningkatkan adrenalin, dan berpengaruh terhadap gaya mengemudi menjadi lebih agresif.
 
Dijelaskan kalau pengemudi sebaiknya pengemudi mendengarkan lagu-lagu dengan tempo yang sesuai dengan detak jantung manusia di kisaran 60-100 BPM. Jika mendengarkan lagu dengan tempo tinggi, mencapai 120 bpm, maka itu tidak dianjurkan karena tidak aman.
 
Menurut catatan mereka, lagu American Idiot dari Green Day menjadi lagu nomor satu yang paling berbahaya untuk diputar selama perjalanan. Kemudian ada lagi Party in the USA dari Miley Cyrus dan Mr. Brightside dari The Killers menjadi lagu nomor dua dan tiga yang tidak boleh diputar selama perjalanan.
 
"Jika anda merasa mulai terganggu dengan lagu yang dimainkan melalui perangkat hiburan di mobil, maka mungkin itu adalah waktu terbaik untuk mengganti (lagu),” tutur Head of Marketing Moneybarn, Tim Schwarz.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan