Mobil jarang dipakai? Pakai ini biar aki ga ngedrop!  medcom-uda
Mobil jarang dipakai? Pakai ini biar aki ga ngedrop! medcom-uda

Penting Nih! Cegah Aki Ngedrop, Bisa Dicegah Pakai Slow Charger

Ahmad Garuda • 15 September 2026 11:58
Ringkasnya gini..
  • Bagi Sobat Medcom pemilik mobil dan jarang menggunakan mobilnya untuk mobilitas harian, sering bermasalah dengan aki ngedrop.
  • Mobil yang dibiarkan terparkir di garasi dalam waktu lama bukan berarti komponen kelistrikannya mati total.
  • Hal ini disebabkan oleh komponen kelistrikan ini tetap menyedot arus listrik dari aki secara terus-menerus dalam kondisi standby (arus parasit).
Jakarta - Bagi Sobat Medcom pemilik mobil dan jarang menggunakan mobilnya untuk mobilitas harian, masalah aki ngedrop atau drain tentu sudah menjadi momok yang akrab. Mobil yang dibiarkan terparkir di garasi dalam waktu lama bukan berarti komponen kelistrikannya mati total. 

Terlebih untuk unit mobil Eropa, terkadang memiliki masalah tersendiri. Sistem alarm, head unit, modul komputer kendaraan (ECU), serta sensor pengaman terkadang malfungsi. Hal ini disebabkan oleh komponen kelistrikan ini tetap menyedot arus listrik dari aki secara terus-menerus dalam kondisi standby (arus parasit). 

Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa mesin dinyalakan, tegangan aki akan merosot drastis di bawah ambang batas normal, yang berujung pada kerusakan permanen pada sel-sel di dalam aki.

Mengandalkan kebiasaan memanaskan mesin mobil setiap beberapa hari sekali ternyata belum tentu efektif memulihkan daya listrik yang hilang. Putaran mesin stasioner saat dipanaskan sering kali tidak cukup lama atau tidak bertenaga besar untuk mengisi ulang kapasitas aki secara penuh. 

Terutama jika alternator hanya berfokus menyuplai kebutuhan sistem kelistrikan dasar. Di sinilah kehadiran slow charger berkualitas tinggi seperti produk dari CTEK menjadi solusi esensial bagi para pemilik kendaraan di rumah.

Baca Juga:
Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Januari–Agustus 2026


"Saya menyarankan penggunakan slow charger untuk pemasok tenaga seperti produk CTEK. Kit ini banyak disarankan pengguna mobil Eropa, terutama jika mobilnya jarang dipakai. Selain bisa membuat aki awet, juga bisa membuat komponen kelistrikan di mobil lebih sehat," ujar punggawa Provis Autolab, Jasin saat ditemui oleh Medcom.id.

Beberapa alasan yang diungkapkan oleh Jasin adalah karena komponen ini bisa membuat aki mobil lebih baik. Kemudian beberapa alasan ini juga dilontarkan oleh Jasin. 

Teknologi Mikroprosesor Pintar
Pengisi daya cerdas CTEK dilengkapi dengan sistem mikroprosesor otomatis yang mengatur tahapan pengisian daya secara presisi, mulai dari pemulihan, pengisian cepat, hingga mode pemeliharaan jangka panjang tanpa risiko overcharging.

Fitur Pulse Maintenance Otomatis
Perangkat ini mampu membaca tegangan aki secara konstan dan memberikan pulsa arus listrik mikro secara berkala saat kapasitasnya mulai menurun, sehingga mobil selalu siap dinyalakan kapan pun dibutuhkan.

Keamanan Ekstra untuk Kelistrikan Modern
Dilengkapi proteksi terhadap percikan api (spark-free), korsleting, dan kutub terbalik (reverse polarity), membuatnya aman disambungkan langsung ke terminal aki tanpa perlu melepas aki dari mobil atau merusak komponen sensitif ECU.

Baca Juga:
Honda CT125 Dapat Warna Baru, Harga Rp83,5 Juta


Praktis dan Hemat Biaya
Dengan kemampuan merawat kesehatan aki secara berkala di rumah, usia pakai aki bisa bertambah hingga berkali-kali lipat, menghemat pengeluaran untuk penggantian aki baru yang sering rusak akibat deep discharge.

Merawat aki mobil yang jarang digunakan tidak lagi menjadi pekerjaan yang merepotkan berkat kehadiran teknologi pengisian lambat yang cerdas. Menggunakan perangkat perawatan aki yang tepat di garasi rumah memastikan kendaraan tetap dalam kondisi prima dan terhindar dari mogok mendadak saat hendak digunakan kembali.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan