Jakarta - Pelumas atau oli sangat dibutuhkan oleh mesin kendaraan bermotor, untuk melumasi komponen mesin guna mengurangi gesekan, mendinginkan suhu mesin, membersihkan kerak karbon, dan melindungi mesin dari karat.
Oli yang baru menjaga performa tarikan motor tetap ringan, mencegah kerusakan komponen (seperti piston), serta menghemat bahan bakar. Sehingga pemilik kendaraan bermotor, dalam hal ini pengguna sepeda motor matic juga harus rajin-rajin mengganti oli kendaraan kesayangannya.
Adapun ciri-ciri oli harus segera diganti antara lain suara mesinnya terdengar lebih kasar atau berisik. Kemudian suhu mesin terasa lebih cepat panas dari biasanya. Tarikan motor terasa berat, atau kurang responsif. Dari sisi warna, umumnya warna oli sudah hitam pekat dan teksturnya encer atau kotor.
Idealnya, ganti oli sepeda motor matic dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali, untuk pemakaian harian normal. Jika mengacu pada jarak tempuh, penggantian disarankan setiap 2.000 hingga 3.000 km.
Baca Juga:
Jangan Tunggu Momen Mudik, Servis Kendaraan Sekarang!
Berikut adalah detail rekomendasi waktu ganti oli sepeda motor matic berdasarkan kondisi pemakaian. Misalnya pada pemakaian harian normal, ganti setiap 2 hingga 3 bulan atau sekitar 2.000–3.000 km.
Dalam kondisi sering terjebak macet atau rutin membawa beban berat, mesin menyala lama tapi kilometer tidak bertambah, sebaiknya ganti lebih cepat, misalnya setiap 1–1,5 bulan. Ketika sepeda motor matic jarang dipakai, tetap perlu diganti maksimal setiap 6 bulan, karena kualitas oli bisa menurun akibat proses oksidasi.
Bagaimana dengan sepeda motor matic baru? Servis pertama dan ganti oli pertama wajib dilakukan pada 1.000 km pertama atau 1 bulan pertama. Nah, selain oli mesin, sepeda motor matic juga memiliki oli transmisi atau oli gardan. Aturan umumnya adalah 2:1, yaitu setiap 2 kali ganti oli mesin, lakukan 1 kali ganti oli gardan, atau sekitar 8.000–10.000 km. (Autogear.id/Alun Segoro)
Jakarta - Pelumas atau
oli sangat dibutuhkan oleh mesin kendaraan bermotor, untuk melumasi komponen mesin guna mengurangi gesekan, mendinginkan suhu mesin, membersihkan kerak karbon, dan melindungi
mesin dari karat.
Oli yang baru menjaga performa tarikan motor tetap ringan, mencegah kerusakan komponen (seperti piston), serta menghemat bahan bakar. Sehingga pemilik kendaraan bermotor, dalam hal ini pengguna sepeda motor matic juga harus rajin-rajin mengganti oli kendaraan kesayangannya.
Adapun ciri-ciri oli harus segera diganti antara lain suara mesinnya terdengar lebih kasar atau berisik. Kemudian suhu mesin terasa lebih cepat panas dari biasanya. Tarikan motor terasa berat, atau kurang responsif. Dari sisi warna, umumnya warna oli sudah hitam pekat dan teksturnya encer atau kotor.
Idealnya, ganti oli sepeda motor matic dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali, untuk pemakaian harian normal. Jika mengacu pada jarak tempuh, penggantian disarankan setiap 2.000 hingga 3.000 km.
Berikut adalah detail rekomendasi waktu ganti oli sepeda motor matic berdasarkan kondisi pemakaian. Misalnya pada pemakaian harian normal, ganti setiap 2 hingga 3 bulan atau sekitar 2.000–3.000 km.
Dalam kondisi sering terjebak macet atau rutin membawa beban berat, mesin menyala lama tapi kilometer tidak bertambah, sebaiknya ganti lebih cepat, misalnya setiap 1–1,5 bulan. Ketika sepeda motor matic jarang dipakai, tetap perlu diganti maksimal setiap 6 bulan, karena kualitas oli bisa menurun akibat proses oksidasi.
Bagaimana dengan sepeda motor matic baru? Servis pertama dan ganti oli pertama wajib dilakukan pada 1.000 km pertama atau 1 bulan pertama. Nah, selain oli mesin, sepeda motor matic juga memiliki oli transmisi atau oli gardan. Aturan umumnya adalah 2:1, yaitu setiap 2 kali ganti oli mesin, lakukan 1 kali ganti oli gardan, atau sekitar 8.000–10.000 km. (Autogear.id/Alun Segoro)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)