Rem merupakan komponen vital pada sepeda motor. Saat tuas rem terasa kosong atau tidak pakem, ada sejumlah faktor teknis yang perlu diperiksa.
Penyebab Handle Rem Motor Terasa Blong
Suzuki kemudian memberikan informasi mengenai penyebab umum handle rem motor terasa blong:1. Pasokan Minyak Rem Kurang atau Kualitas Buruk
Kurangnya minyak rem menjadi penyebab utama rem terasa blong. Selain volume yang menurun, kualitas minyak rem yang sudah kotor juga dapat mengganggu tekanan hidrolis. Penggantian minyak rem disarankan minimal satu tahun sekali untuk menjaga performa sistem pengereman tetap optimal.Baca Juga:
Jangan Tunggu Momen Mudik, Servis Kendaraan Sekarang!
2. Kanvas Rem Aus
Kanvas rem yang sudah tipis menyebabkan daya cengkeram menurun. Kondisi ini juga membuat minyak rem lebih cepat habis. Jika dibiarkan, rem bisa semakin tidak responsif dan berisiko gagal bekerja maksimal.3. Kebocoran Master Rem
Kebocoran pada master rem, biasanya akibat karet seal piston yang aus, membuat tekanan tidak tersalurkan sempurna. Selain terasa blong, rem juga bisa terasa keras dan tidak stabil.4. Suhu Sistem Pengereman Terlalu Panas
Overheat pada komponen rem atau selang minyak rem menurunkan kualitas pengereman. Suhu yang terlalu tinggi juga mempercepat keausan karet seal dan komponen pendukung lainnya.5. Saluran Minyak Rem Tersumbat
Lubang suplai minyak rem berukuran sangat kecil, sekitar 1–2 mm. Jika tersumbat kotoran, tekanan hidrolis tidak bekerja optimal sehingga rem tetap terasa blong meskipun ditekan dalam.Pemeriksaan rutin menjadi langkah preventif yang penting untuk memastikan seluruh komponen sistem pengereman dalam kondisi laik pakai.
Baca Juga:
Hyundai Ioniq 5 N, Cuma Rp1,3 Miliar Punya Supercar Listrik!
Cara Mengatasi Handle Rem Motor Terasa Blong
Jika rem tiba-tiba terasa blong saat berkendara, berikut langkah yang dapat dilakukan:1. Turunkan Gigi Secara Bertahap
Jangan panik. Turunkan gigi secara perlahan untuk membantu menurunkan putaran mesin dan memperlambat laju motor.2. Jangan Matikan Mesin Mendadak
Mematikan mesin secara tiba-tiba justru dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali. Fokus pada pengurangan kecepatan dan arahkan kendaraan ke sisi kiri jalan secara aman.3. Gunakan Rem Belakang
Manfaatkan rem belakang secara perlahan untuk membantu mengurangi kecepatan. Tekanan harus bertahap agar roda tidak terkunci dan tergelincir.4. Hindari Area Ramai
Segera arahkan motor ke lokasi yang lebih sepi untuk meminimalkan risiko tabrakan. Setelah aman, lakukan pengecekan atau hubungi bengkel terdekat.Baca Juga:
Alva Raih Sertifikat INDI 4.0, Kesiapan Smart Manufacturing dan Transformasi Digital
5. Jaga Jarak Aman
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan memberi ruang untuk manuver darurat dan mengurangi potensi benturan.Keselamatan berkendara sangat bergantung pada kondisi teknis kendaraan, terutama sistem pengereman. Perawatan berkala dan respons yang tepat saat terjadi gangguan menjadi kunci untuk menjaga keamanan di jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News