Kenali ciri atau gejala kerusakan transmisi matic di mobil Anda. YourMechanic
Kenali ciri atau gejala kerusakan transmisi matic di mobil Anda. YourMechanic

Ciri Transmisi Mobil Matic yang Bermasalah

Otomotif perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 28 November 2019 11:02
Jakarta: Mobil transmisi otomatis kini sudah banyak dipilih masyarakat, selain pengoperasiannya terbilang mudah, mobil transmisi matic sangat membantu di kondisi jalan perkotaan yang macet.
 
Namun memperlakukan mobil matic/otomatis tentu berbeda dengan mobil transmisi manual. Jika salah penggunaan dan perawatannya, transmisi matic berpotensi cepat rusak.
 
"Melakukan perawatan berkala salah satu cara mendeteksi dini jika transmisi matic mobil bermasalah dan meminimalkan kerusakan yang lebih parah," kata Toha, mekanik bengkel Pit Stop saat berbincang dengan Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada cara untuk mengenali ciri atau gejala kerusakan transmisi matic di mobil Anda. Umumnya, perpindahan gigi transmisi matic yang masih normal cukup halus. Namun apabila perpindahan gigi awal terasa ada sentakan keras dan membuat mobil seperti didorong, ditakutkan ada masalah di sistem utamanya.
 
Lalu deteksi dini di bagian valve dan oli transmisi. Di mobil matic, kerusakan/kebocoran sering terjadi di bagian gasket transmisi. Hal itu disebabkan oleh pemindahan tuas/gear shift yang kasar dan sering menyentak pedal gas sehingga valve cepat rusak dan bocor.
 
"Caranya dengan injak rem kemudian posisikan tuas transmisi di drive atau reverse. Setelah itu, lepas pedal rem. Jika mobil langsung bergerak halus dan tidak ada hentakan transmisi, berarti kinerja transmisi matic Anda masih bagus. Tapi jika tidak yakin, Anda dapat memeriksa di bengkel langganan Anda. Dengan beragam perawatan itu, Anda bisa mencegah mobil matic rusak parah."
 
Sentakan keras tersebut bisa disebabkan kerusakan di sistem elektronis serta mekanis. Biasanya diakibatkan selenoid pressure bocor. Sehingga oli transmisi tak dapat menjaga perpindahan gigi saat rpm optimal tercapai dan menyebabkan sentakan saat perpindahan gigi.
 
"Jangan sampai terlambat mengganti oli transmisi. Ganti oli transmisi secara teratur dan rutin setiap 25.000 km dan maksimal 50.000 km. Selalu gunakan pelumas transmisi yang dianjurkan oleh produsen mobil," tutup Toha.
 
Nah, bagi Anda yang ingin membeli mobil matic second atau bekas, ada baiknya memperhatikan ciri atau tanda-tanda tersebut. Jangan sampai mobil matic yang baru Anda beli bermasalah di bagian transmisinya. Karena dapat dipastikan, biaya perbaikan transmisi mobil matic tidak sedikit alias lebih mahal ketimbang manual.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif