Menjajal Daihatsu Sirion di area perkotaan. Medcom.id/M Bagus Rachmanto
Menjajal Daihatsu Sirion di area perkotaan. Medcom.id/M Bagus Rachmanto

Tips Knowledge

Deteksi Penyebab Mesin Mobil Injeksi 'Brebet'

Ekawan Raharja • 21 Maret 2018 12:40
Jakarta: Hampir seluruh mesin mobil keluaran saat ini sudah menggunakan teknologi injeksi, menggantikan sistem karburator yang lama. Kehadiran sistem penyemprotan bahan bakar ini bukan berarti menjamin bahan bakar tersalurkan dengan baik 100 persen.
 
Ada kalanya mobil dengan sistem injeksi bermasalah dan tidak bisa menyemprotkan bahan bakar dengan baik. Jika sudah terjadi hal demikian, pemilik mobil wajib mengecek lima bagian berdasarkan laman resmi Daihatsu.
 
1. Bahan Bakar Tidak Sesuai
Bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi bisa menimbulkan masalah mesin injeksi. Untuk itu, sebaiknya gunakanlah bensin dengan oktan yang sesuai, atau minimal oktan 90.

2. Sistem Injeksi Masuk Angin
Sistem Injeksi memanfaatkan tekanan bahan bakar agar BBM bisa tersuplai ke dalam ruang mesin. Jika ada gelembung udara di dalam sistem bahan bakar, maka tekanan bahan bakar menjadi tidak stabil, sehingga suplai bahan bakar akan terputus-putus.
 
Hal tersebut yang dapat menyebabkan mesin injeksi tersendat. Mesin injeksi masuk angin bisa terjadi saat kehabisan bensin atau saat penggantian filter bensin.
Deteksi Penyebab Mesin Mobil Injeksi Brebet
3. Kerusakan di Salah Satu Sensor
Di mesin injeksi terdapat sensor-sensor yang mengatur suplai udara dan bahan bakar. Jika salah satu sensor rusak, tentu data yang dikirimkan ke engine control unit (ECU) tidak akan akurat. Ketika ada masalah pada sensor maka hasil perhitungan ECU menjadi tidak akurat, sehingga suplai bensin tidak pas dan mesin jadi tersendat.
 
4. Filter bahan bakar yang kotor
Filter bahan bakar berfungsi menyaring kotoran dari aliran bensin yang hendak menuju ke ruang mesin. Jangan salah, mesin injeksi lebih sensitif dibanding konvensional, karena kotoran sedikit saja bisa menyumbat injector. Hasilnya, tenaga mesin jadi bisa berkurang dan juga mesin jadi tersendat atau brebet.
 
5. Busi Tidak Sesuai Standar
Busi sebagai pemercik api sangat memengaruhi kinerja mesin, sebab jika api terlalu kecil mesin akan tersendat. Untuk itu, apabila performa busi sudah menurun sebaiknya segera diganti dengan yang baru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan