Rantai terkunci tidak bisa bergerak bisa disebabkan karena jarak kerenggangan rantai yang terlalu dekat. Medcom.id/Ekawan Raharja
Rantai terkunci tidak bisa bergerak bisa disebabkan karena jarak kerenggangan rantai yang terlalu dekat. Medcom.id/Ekawan Raharja

Perawatan Kendaraan

Waspada, Rantai Motor Terkunci Nyawa jadi Taruhannya

Otomotif perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 13 Februari 2020 17:04
Jakarta: Rantai di sepeda motor bebek atau sport memilik fungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Pemilik sepeda motor juga harus rutin memperhatikan komponen berbahan besi tersebut karena jika salah bisa mengancam nyawa pengendaranya dan orang lain.
 
Seorang mekanik Speed motor, Arif, menjelaskan salah satu bahaya rantai yang tidak diperhatikan adalah rantai yang terkunci atau putus. Penyebab utamanya rantai terkunci adalah jarak kerenggangan rantai terlalu kendor, sehingga rantai keluar dari jalurnya saat berkendara.
 
"Rantai terkunci karena lepas dari jalur gear-nya dan tersangkut ke bagian lain. Rantai tidak bergerak dan roda pun berhenti. Bahaya kalau sudah seperti itu kondisinya karena ban akan berhenti mendadak dan bikin motor tidak seimbang," jelas Arif saat ditemui dibilangan Pondok Gede Bekasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengantisipasi kondisi tersebut, pria berperawakan kurus tersebut menganjurkan untuk rutin mengatur jarak kerenggangan rantai setiap bulan. Bahkan setiap minggu sebisa mungkin rantai rutin diberikan pelumas agar dapat bekerja dengan baik dan mengurangi resiko aus.
 
Komponen ini termasuk punya masa pakai yang panjang selama dirawat dengan benar. Pada rantai, debu bisa merusak bagian roller, karena banyak bikers yang menyemprot pelumas pada bagian tersebut.
 
Soal perawatan rantai, bisa menggunakan solar atau bensin untuk membersihkan rantai. "Tapi untuk rantai dengan sil karet, jangan pakai solar atau bensin, tapi pakai angin bertekanan saja," sarannya.
 
Terlebih jika motor akan digunakan untuk perjalanan jauh, lebih baik motor diservis terlebih dahulu. Tentu saja ini untuk menunjang perjalanan agar aman dan nyaman. Perawatan rantai pada musim hujan harus sering dilakukan, setidaknya seminggu sekali. Sedangkan pada musim panas, bisa dilakukan setidaknya sebulan sekali.
 
"Jarak kerenggangan rantai sudah di atur di buku manual kendaraan. Juga sudah terdapat sticker dekat rantai motor. Jadi tidak perlu bingung ketika ingin mengatur tingkat kerenggangan rantai," ujarnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif