Pembeli mobil bekas harus cermat dalam memilih mobil yang akan dibelinya terutama untuk mobil-mobil LCGC. MI/Ramdani
Pembeli mobil bekas harus cermat dalam memilih mobil yang akan dibelinya terutama untuk mobil-mobil LCGC. MI/Ramdani

Trik Membeli Mobil Bekas LCGC yang Sehat

Otomotif mobil bekas
M. Bagus Rachmanto • 09 Juli 2019 14:07
Jakarta: Membeli mobil bekas bisa menjadi solusi bagi sebagian masyarakat yang ingin memiliki mobil namun dengan budget terbatas. Pembeli mobil bekas tentu harus cermat dalam memiliki mobil yang akan dibelinya terutama untuk mobil-mobil low cost green car (LCGC).
 
Kepala Dealer Mobil88 Tebet, Adji, menjelaskan untuk membeli mobil bekas harus teliti dan khususnya di bagian mesin. Sehingga konsumen yang tertarik harus ekstra teliti melihat ke bagian mesin karena mobil-mobil LCGC memiliki kinerja yang berat.
 
"Mesinnya hanya memiliki model tiga silinder, dan otomatis akan cepat panas. Blowernya juga cuma satu dan kipasnya pun kecil. Kalau kipasnya mati, mesin akan cepat panas dan itu bahaya," tutur Adji di kawasan Tebet Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyarankan ketika hendak membeli mobil bekas, konsymen harus melihat catatan servis mobil tersebut. Hal ini bisa dilihat dari buku servis, dan memperhatikan jadwal servis mobil mungil tersebut.
Trik Membeli Mobil Bekas LCGC yang Sehat
Kemudian Adji juga menyarankan untuk tidak membeli mobil LCGC yang memiliki odometer yang tinggi. Karena mesin sudah bekerja sangat keras, dan kondisinya sudah tidak maksimal lagi.
 
Apalagi mobil LCGC digunakan sebagai transportasi online, seperti Go-car atau Grab car, sangat tidak disarankan untuk diambil karena mobil bekerja keras setiap harinya. Bila terpaksa membeli mobil bekas taksi online maka harus dicek lebih detail lagi.
 
"Kalau kilometernya sudah menembus 100 ribu kilometer itu harus servis besar. Kalau mobil LCGC sudah servis besar pasti tidak akan maksimal lagi, Karena mobil LCGC itu mobil rentan."
 
"Kilometer di atas 60 ribu itu harus sudah hati-hati saja. Kalau bisa cek di semua sektor, termasuk kabel-kabelnya, karena hanya tinggal 20 - 30 ribu kilometer mobil itu harus turun mesin," pungkas Adji.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif