Waspada jika membeli mobil bekas tabrakan. AC
Waspada jika membeli mobil bekas tabrakan. AC

Waspadai Risiko Membeli Mobil Bekas Tabrakan

Ahmad Garuda • 08 Januari 2026 11:35
Jakarta - Membeli mobil bekas, tidak selamanya mulus seperti membeli mobil baru di showroom. Harus ekstra dalam memperhatikan detail-detail kendaraan. Lantaran beberapa dealer mobil bekas juga tak ingin ambil risiko dengan mengatakan bahwa mobil yang dijualnya pernah mengalami tabrakan. 
 
Membeli mobil bekas tabrakan juga memiliki risiko yang tidak kalah besar. Mulai dari kerusakan pada bagian eksterior, komponen mesin, hingga sistem elektronik. Risiko ini perlu Sobat Medcom pertimbangkan sebelum memutuskan membelinya. 

Berikut beberapa risiko yang perlu Sobat pahami:
1. Kerusakan pada Mesin

Benturan yang terjadi saat tabrakan bisa menyebabkan komponen mesin mengalami kerusakan. Kondisi ini tidak hanya berisiko untuk keselamatan berkendara namun juga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk memperbaikinya. 
 
Untuk itu, saat ingin membeli mobil bekas kecelakaan, sebaiknya cek kondisi mesin dengan teliti untuk memastikan kondisinya. Pastikan jika ada kerusakan telah dilakukan perbaikan secara menyeluruh untuk menghindari risiko di masa depan. 

Baca Juga:
Menegur Lane Hogger di Jalan, Tak Perlu Ngotot-Ngototan!

2. Kerusakan pada Sistem Elektronik

Selain mesin, mobil bekas tabrakan juga berpotensi besar mengalami kerusakan pada sistem elektroniknya. Beberapa komponen sistem elektronik yang berisiko mengalami kerusakan akibat tabrakan yaitu sensor gerak, sensor parkir, sistem audio, hingga sistem navigasi. 

Kerusakan pada sistem elektronik ini tidak hanya bisa mengganggu performa kendaraan dan keselamatan, namun juga membutuhkan biaya perbaikan tinggi. Ini bisa menjadi pertimbangan penting yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli mobil second bekas tabrakan. 

3. Kerusakan Body Mobil

Risiko membeli mobil bekas tabrakan yang selanjutnya adalah adanya kerusakan pada bagian body. Benturan keras saat tabrakan biasanya menyebabkan kerusakan cukup parah di beberapa bagian eksterior kendaraan. 
 
Kerusakan pada eksterior mobil membutuhkan biaya perbaikan yang mahal. Oleh sebab itu, pastikan pertimbangkan risiko ini sebelum membelinya. 

4. Risiko Keamanan yang Tinggi

Mobil yang pernah mengalami kerusakan akibat tabrakan tidak akan bisa normal 100% meski sudah dilakukan perbaikan. Hal ini membuat risiko keamanan menjadi lebih tinggi akibat beberapa fungsi komponen yang tidak optimal. 

Baca Juga:
Harga Toyota Rush Bekas 2015, Mulai Rp130 Jutaan


Risiko keamanan yang tinggi ini bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Maka dari itu, penting memastikan kondisi mobil second bekas tabrakan sebelum membelinya. 

5. Nilai Jual Mobil Rendah

Membeli mobil bekas tabrakan berarti Anda harus siap dengan segala risikonya, termasuk harga jual yang rendah. Ini karena reputasi kurang baik dan risiko kerusakan yang cukup tinggi di masa depan. Dengan risiko harga jual yang murah ini, sebaiknya Anda perlu mempertimbangkan dengan baik sebelum memutuskan membeli mobil second bekas tabrakan. 
 
Membeli mobil bekas banjir atau tabrakan memang menawarkan keuntungan berupa harga yang jauh lebih murah. Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan dari sisi jangka panjang seperti biaya perbaikan yang mahal hingga potensi yang mungkin muncul setelah pembelian. 
 
Jika ingin membeli mobil bekas, pastikan lakukan pemeriksaan dan service secara menyeluruh di bengkel terpercaya untuk memastikan kondisinya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan