DKI Jakarta: Mencuci mobil tidak hanya bertujuan menjaga kendaraan tetap bersih dan rapi. Cara mencuci yang tepat juga dapat membantu menjaga kondisi eksterior dan interior kendaraan dalam jangka panjang, terutama saat mobil sering terkena hujan.
Sejumlah hal perlu diperhatikan ketika mencuci mobil, mulai dari membersihkan eksterior hingga merawat bagian interior. Berdasarkan informasi yang dimuat di situs resmi Mitsubishi Motors, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga penampilan dan nilai kendaraan tetap terawat.
Cara Mencuci Eksterior Mobil
Air laut, noda aspal, debu, zat kimia, getah, kotoran burung, dan bangkai serangga sebaiknya segera dibersihkan dari bodi mobil. Jika dibiarkan dalam waktu lama, berbagai noda tersebut dapat menyebabkan karat, warna cat memudar, dan meninggalkan noda pada permukaan kendaraan.
Saat mencuci, hindari melakukannya di bawah sinar matahari langsung. Parkirkan kendaraan di tempat teduh, kemudian semprotkan air untuk menghilangkan debu yang menempel.
Selanjutnya, gunakan air bersih serta sikat pembersih mobil atau busa. Proses pencucian dilakukan dari bagian atas kendaraan kemudian dilanjutkan ke bagian bawah.
Baca Juga :
Sepele Sih, Tapi Yakin Tahu Cara Mencuci Mobil yang Baik & Benar?
Mencuci dan memberikan wax atau lapisan lilin secara rutin juga dapat membantu melindungi cat kendaraan dari kerusakan. Perawatan tersebut juga dapat membantu melindungi permukaan kendaraan dari pengaruh hujan, salju, dan air laut.
Bagi mobil yang dilengkapi sensor hujan, pastikan tuas sakelar wiper berada di posisi OFF sebelum mencuci kendaraan. Hal ini untuk menonaktifkan sensor hujan agar wiper tidak bekerja ketika air disemprotkan ke kaca depan dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
Pemilik mobil juga perlu menghindari menyiram atau menyemprotkan air ke komponen elektrik di dalam ruang mesin. Air yang masuk ke bagian tersebut dapat berdampak buruk ketika mesin dihidupkan.
Untuk membersihkan bagian plastik pada bodi, gunakan busa atau kain lap (chamois leather). Jika wax menempel pada permukaan berwarna abu-abu atau hitam seperti bumper, moulding, atau lampu hingga membuat permukaannya memutih, bersihkan menggunakan air hangat dan kain lembut.
Sementara itu, pemolesan kendaraan sebaiknya dilakukan ketika lapisan cat sudah terlihat pudar atau luntur. Komponen yang dipernis atau terbuat dari plastik tidak disarankan dipoles karena dapat merusak lapisan permukaannya.
Baca Juga :
Mau Cuci Mobil Sendiri di Rumah? Ini Panduan Wajibnya!
Cara Membersihkan Interior Mobil
Perawatan tidak hanya dilakukan pada bagian luar. Interior mobil juga perlu dibersihkan secara rutin agar tetap terawat.
Untuk membersihkan interior, gunakan air pembersih atau cairan sejenis, kemudian lap dan keringkan kendaraan di tempat teduh dengan ventilasi udara yang baik.
Tempat duduk dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner dan sikat. Jika terdapat noda, permukaan vinil dan kulit sintetis perlu dibersihkan menggunakan pembersih yang sesuai. Sementara itu, bahan kain dapat dibersihkan menggunakan pembersih tempat duduk (upholstery cleaner) atau campuran air dan sabun.
Untuk interior berbahan kulit, bersihkan secara perlahan menggunakan kain lembut yang telah direndam dalam larutan sabun lembut dan air.
Hindari penggunaan pembersih, conditioner, dan pelindung yang mengandung silikon atau wax. Produk tersebut dapat memudarkan warna. Jika digunakan pada panel instrumen atau komponen lain, bahan tersebut juga dapat menimbulkan pantulan pada kaca depan yang berpotensi mengganggu pandangan.
Karpet mobil dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner. Sementara noda dapat dihilangkan dengan pembersih karpet. Untuk oli dan noda minyak, pembersihan dapat dilakukan dengan menyerap noda menggunakan kain dan pembersih noda.
Dengan memperhatikan cara mencuci dan membersihkan mobil yang tepat, pemilik kendaraan dapat menjaga kebersihan sekaligus merawat kondisi eksterior dan interior kendaraan secara berkala.
DKI Jakarta: Mencuci mobil tidak hanya bertujuan menjaga kendaraan tetap bersih dan rapi. Cara mencuci yang tepat juga dapat membantu menjaga kondisi eksterior dan interior kendaraan dalam jangka panjang, terutama saat
mobil sering terkena hujan.
Sejumlah hal perlu diperhatikan ketika mencuci mobil, mulai dari membersihkan eksterior hingga merawat bagian interior. Berdasarkan informasi yang dimuat di situs resmi Mitsubishi Motors, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga penampilan dan nilai kendaraan tetap terawat.
Cara Mencuci Eksterior Mobil
Air laut, noda aspal, debu, zat kimia, getah, kotoran burung, dan bangkai serangga sebaiknya segera dibersihkan dari bodi mobil. Jika dibiarkan dalam waktu lama, berbagai noda tersebut dapat menyebabkan karat, warna cat memudar, dan meninggalkan noda pada permukaan kendaraan.
Saat mencuci, hindari melakukannya di bawah sinar matahari langsung. Parkirkan kendaraan di tempat teduh, kemudian semprotkan air untuk menghilangkan debu yang menempel.
Selanjutnya, gunakan air bersih serta sikat pembersih mobil atau busa. Proses pencucian dilakukan dari bagian atas kendaraan kemudian dilanjutkan ke bagian bawah.
Mencuci dan memberikan wax atau lapisan lilin secara rutin juga dapat membantu melindungi cat kendaraan dari kerusakan. Perawatan tersebut juga dapat membantu melindungi permukaan kendaraan dari pengaruh hujan, salju, dan air laut.
Bagi mobil yang dilengkapi sensor hujan, pastikan tuas sakelar wiper berada di posisi OFF sebelum mencuci kendaraan. Hal ini untuk menonaktifkan sensor hujan agar wiper tidak bekerja ketika air disemprotkan ke kaca depan dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
Pemilik mobil juga perlu menghindari menyiram atau menyemprotkan air ke komponen elektrik di dalam ruang mesin. Air yang masuk ke bagian tersebut dapat berdampak buruk ketika mesin dihidupkan.
Untuk membersihkan bagian plastik pada bodi, gunakan busa atau kain lap (chamois leather). Jika wax menempel pada permukaan berwarna abu-abu atau hitam seperti bumper, moulding, atau lampu hingga membuat permukaannya memutih, bersihkan menggunakan air hangat dan kain lembut.
Sementara itu, pemolesan kendaraan sebaiknya dilakukan ketika lapisan cat sudah terlihat pudar atau luntur. Komponen yang dipernis atau terbuat dari plastik tidak disarankan dipoles karena dapat merusak lapisan permukaannya.
Cara Membersihkan Interior Mobil
Perawatan tidak hanya dilakukan pada bagian luar. Interior mobil juga perlu dibersihkan secara rutin agar tetap terawat.
Untuk membersihkan interior, gunakan air pembersih atau cairan sejenis, kemudian lap dan keringkan kendaraan di tempat teduh dengan ventilasi udara yang baik.
Tempat duduk dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner dan sikat. Jika terdapat noda, permukaan vinil dan kulit sintetis perlu dibersihkan menggunakan pembersih yang sesuai. Sementara itu, bahan kain dapat dibersihkan menggunakan pembersih tempat duduk (upholstery cleaner) atau campuran air dan sabun.
Untuk interior berbahan kulit, bersihkan secara perlahan menggunakan kain lembut yang telah direndam dalam larutan sabun lembut dan air.
Hindari penggunaan pembersih, conditioner, dan pelindung yang mengandung silikon atau wax. Produk tersebut dapat memudarkan warna. Jika digunakan pada panel instrumen atau komponen lain, bahan tersebut juga dapat menimbulkan pantulan pada kaca depan yang berpotensi mengganggu pandangan.
Karpet mobil dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner. Sementara noda dapat dihilangkan dengan pembersih karpet. Untuk oli dan noda minyak, pembersihan dapat dilakukan dengan menyerap noda menggunakan kain dan pembersih noda.
Dengan memperhatikan cara mencuci dan membersihkan mobil yang tepat, pemilik kendaraan dapat menjaga kebersihan sekaligus merawat kondisi eksterior dan interior kendaraan secara berkala.
(UDA)