Ilustrasi kaca mobil terkena lemparan batu. Media Indonesia/Immanuel Antonius
Ilustrasi kaca mobil terkena lemparan batu. Media Indonesia/Immanuel Antonius

Kecelakaan Lalu Lintas

Waspada Lemparan Batu di Tol, Jaga Kecepatan

Otomotif kecelakaan
Ahmad Garuda • 01 September 2020 10:11
Jakarta: Mengemudi di jalan tol, terkadang membuat kita abai terhadap risiko yang biasanya mengintai. Termasuk dari oknum yang biasanya melakukan aksi lempar batu di lokasi-lokasi seperti jembatan penyeberangan dan jembatan lalu-lalang antar kampung. Setelah pernah ditangkap beberapa anak kecil yang iseng melakukan hal tersebut, kini terjadi lagi aksi pelemparan batu di jalur tol.
 
Dari keterangan yang lain, dikatakan bahwa pihak berwajib telah mengamankan pelaku yang dikatakan adalah orang yang mengalami hilang ingatan. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai pengguna jalan bebas hambatan untuk kondisi seperti ini?
 
Menurut Founder dan Instruktur Senior di Safety Defensive Consulting Indonesia (SDCI), Sony Susmana saat berbicara kepada Medcom.id pada Senin (31/08/2020), bahwa kita sebagai pengguna jalan tol, patut waspada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita tidak tahu motif mereka melakukan aksi tersebut. Tapi kita harus menjaga kewaspadaan sepanjang jalan. Tetap fokus dan penting kita pahami bahwa semakin tinggi kecepatan kendaraan di jalan tol, dan ketika ada pelemparan batu seperti itu, mala dampak kerusakannya akan lebih besar. Minimal jika kita melihat ada jembatan penyeberangan atau jalan yang melalui bagian atas jalan tol, ambil kecepatan mimnimal saja yaitu 60 km per jam,” ujar Sony.
 
Hal ini disarankan Sony agar dampak kerusakannya bisa diminimalisasi. Menurutnya, paling tidak, jangan sampai terkena tubuh pengemudi, karena ini sangat berbahaya. Namun kemudian ada yang mengatakan bahwa cara untuk menghindar bisa dengan cara berpindah ke jalur lain. Namun Sony justru mengatakan hal itu malah akan berbahaya bagi diri sendiri dan pengemudi lain di jalan tol.
 
“Kita tidak akan tahu, mobil mana yang akan dilempar oleh pelaku-pelaku tersebut. Makanya saya tidak pernah menyarankan untuk melakukan perpindahan jalur ke jalur lain. Ini akan berbahaya dan juga bisa menjadi kebiasaan saat berkendara di jalan raya. Setidaknya kita melakukan prosedur yang tepat agar efeknya tidak terlalu besar itu saja.”
 
Salah satu wacana yang berhembus juga berkutat pada soal peraturan ketat yang jadi sanksi jika seseorang kedapatan melakukan aksi pelemparan batu seperti itu. Mengingat ini membahayakan nyawa orang lain.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif