Ganti-Ganti Oli Beda Merek, Amankah?
Ganti oli beda merek tak masalah asal termasuk filter oli. Vallejo Nissan
Jakarta: Saat ini beragam merek oli mesin mobil tersedia banyak dipasaran. Tak hanya brand-brand aftermarket, oli mesin yang jadi genuine pabrikan pun semakin banyak tersebar di luar bengkel resmi.

Persaingan di industri oli mesin pun terbilang ketat, tiap merek punya keunggulan dari teknologi yang dibawanya. Lantas, apa jadinya jika oli mesin kerap ganti-ganti merek? Apa efeknya terhadap kinerja mesin dan apakah masih aman melakukan hal itu?

Shofwatuzzaki, Shell Lubricants Technical Manager Indonesia mengatakan, hal itu bukanlah sebuah masalah besar, asal saat penggantian oli beda merek tadi, juga dilakukan penggantian filter olinya.

"Paling simpel kalau beda merek sekalian ganti filter olinya, itu sudah cukup. Kalau efek jangka panjang ada endapan lumpur, bisa jadi karena tidak kompatibel aditif satu dengan aditif lainnya," jelasnya di Sheraton Gandaria City, Jakarta kemarin sore, 5 Juni 2018.


Terpenting adalah jangka waktu pemakaian oli mesinnya, ikuti rekomendasi pabrikan mobil. "Umumnya mobil-mobil baru itu 5.000 sampai 10.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dulu," pungkas pria akrab disapa Zaki tersebut.



(UDA)