Safety Driving,

Supir Jeep Wisata Merapi Wajib Bersertifikat

Ekawan Raharja 21 Juni 2018 16:20 WIB
safety driving
Supir Jeep Wisata Merapi Wajib Bersertifikat
Warga menunjukkan mobil Jeep yang mengalami kecelakaan di lereng Merapi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim/Ahmad Garuda
Jakarta: Wisata offroad di lereng Merapi Yogyakarta baru-baru ini menelan korban jiwa. Tentu saja kejadian ini harus diminimalisir agar tidak terulang kembali.

"Menyangkut kendaraan bermotor untuk kepentingan komersial sudah diatur oleh undang-undangan, maka harus disikapi dengan undang-undang yang ada," ujar Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, saat dihubungi tim Medcom.id Rabu (21/6/2018) melalui pesawat telepon.

Pria yang gemar mengendarai Harley-Davidson ini menyarankan agar para pengemudi Jeep wisata di Merapi mendapatkan pelatihan yang sesuai. Sehingga para pengemudi tersebut memiliki keterampilan dan kemampuan yang berdasarkan pelatihan bukan pengalaman.

Dicontohkan kalau pengemudi Jeep wisata offroad di Merapi harus memiliki SIM A Umum. Sebelum mendapatkan SIM A Umum juga harus memiliki kemampuan lebih, khususnya keterampilan offroad mengingat kebutuhan akan medan yang akan dilalui.


"Karena ini penggunaan berbeda, ada unsur offroad, sebaiknya pengemudi terserfikasi 4WD yang dilakukan oleh pihak ketiga dan bekerja sama dengan kepolisian sebagai penerbit SIM.

Dia juga menjelaskan kalau JDDC sebenarnya juga bisa memberikan pelatihan untuk keterampilan offroad. Nantinya dia akan melakukan studi ke lereng Merapi untuk melihat kondisi di sana, sebelum akhirnya mengeluarkan modul pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan.

"JDDC sampai hari ini sudah melakukan terus pelatihan offroad untuk perusahaan tambang asing. Pengemudi di sana tidak serta merta bisa membawa mobil meski sudah memiliki SIM A."

"Pelatihan mengenai safety driving harus sudah masuk ke dalam, supaya kecelakaan dapat diminimalisir," sambungnya.

Sebelumnya sebuah Jeep wisata di lereng Gunung Merapi atau Jeep Lava Tour Gunung Merapi di Dusun Tangkisan, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, kecelakaan pada Selasa, 19 Juni 2018. Seorang wisatawan tewas dan empat lainnya mengalami luka dalam kejadian itu.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id