NEWSTICKER
Pengendara melintas di depan alat pendeteksi nomor kendaraan otomatis di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. MI/Arya Manggala
Pengendara melintas di depan alat pendeteksi nomor kendaraan otomatis di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. MI/Arya Manggala

Tilang Elektronik

Jenis Pelanggaran yang Diintai Kamera Tilang elektronik

Otomotif tilang elektronik
M. Bagus Rachmanto • 27 Januari 2020 12:34
Jakarta: Tilang Elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) untuk mobil atau kendaraan roda empat sudah resmi diberlakukan di Jakarta sejak 2018. Membidik pelanggar lalu lintas, penerapan e-TLE untuk pengguna sepeda motor pun pun tinggal menghitung hari.
 
Tidak lagi hanya berupa peringatan saja. Bagi pengemudi atau kendaraan yang melanggar lalu lintas akan langsung menerima denda ke alamat si pemilik mobil yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
 
Kalau dulu orang sering melanggar saat tidak ada petugas di lapangan, kini semuanya berubah total. Anda tidak akan bisa mengelak dari tilang elektronik ini, utamanya bagi si pemilik mobil yang namanya terdaftar di STNK. Kepolisian sudah melakukan proses tilang terhadap ribuan kendaraan yang melanggar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adanya aturan baru mengenai e-TLE ini dipastikan belum dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Dalam laman resminya, Mitsubishi berbagi tips cara kerja tilang elektronik yang berlaku di Jakarta.
 
Dikatakan, penerapan e-TLE merupakan kewenangan dan dikendalikan oleh petugas Kepolisian yang bertugas di National Traffic Management Center (NTMC) Direktorat Polda Metro Jaya. Saat ini sedikitnya terdapat 12 CCTV yang terpasang di sepanjang jalan Sudirman, Jakarta dan sudah difungsikan. 12 kamera CCTV ini merupakan sebagian dari total akan ada 81 CCTV yang disiapkan.
 
Kendaraan yang melanggar lalu lintas dan tertangkap oleh kamera CCTV akan terekam oleh NTMC Polda Metro Jaya. Data kendaraan beserta data pemiliknya pun secara otomatis akan tercatat di sana berdasarkan plat nomor yang terpasang. Kemudian akan diverifikasi oleh polisi yang bertugas di NTMC untuk memastikan kendaraan yang bersangkutan benar melanggar lalu lintas.
 
Selanjutnya, petugas akan melayangkan surat konfirmasi pelanggaran ke alamat dari kendaraan tersebut. Apakah benar pemilik kendaraan yang melanggar atau orang lain namun menggunakan kendaraan yang tertangkap CCTV tersebut. Di surat tersebut tercantum pula pasal tempat dan waktu pelanggaran. Lengkap beserta link situs web yang berisikan konfirmasi pelanggaran, tanggal, tempat sidang hingga denda yang harus dibayarkan.
 
Bersamaan dengan surat tilang, pihak kepolisian juga memberikan bukti berupa empat buah gambar pelanggaran yang sudah dilakukan. Pelanggar kemudian bisa membayar denda tilang melalui bank dan diberikan waktu seminggu untuk pelunasannya. Pembayaran dapat dilakukan di mesin ATM. Jika telat membayar denda tilang ini, Polda Metro Jaya akan memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
 
Berikut jenis pelanggaran yang terpantau e-TLE:
1. Pelanggaran pelat nomor ganjil-genap
2. Pelanggaran marka atau rambu jalan
3. Pelanggaran batas kecepatan
4. Pelanggaran jalur busway
5. Pelanggaran tata cara parkir dan berhenti
6. Pengendara menerobos lampu lalu lintas
7. Pengendara melawan arus
8. Pengendara tidak mengenakan helm
9. Pengendara tidak mengenakan sabuk pengaman
10. Pengendara menggunakan ponsel saat mengemudi
11. Menaikkan atau menurunkan penumpang dan berhenti di sembarang tempat
12. Membonceng lebih dari satu
 
Selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas. Bukan hanya untuk menghindari tilang elektronik, namun yang utama untuk keselamatan dan kenyamanan di perjalanan.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif