Susun jadwal rehat saat bepergian jauh seperti perjalanan mudik, agar selalu aman di jalan. Confused
Susun jadwal rehat saat bepergian jauh seperti perjalanan mudik, agar selalu aman di jalan. Confused

Jangan Ambil Risiko, Susun Jadwal Rehat saat Mudik

Otomotif safety driving keselamatan lalu lintas
Ahmad Garuda • 24 Mei 2019 07:48
Jakarta: Persiapan melakukan perjalanan mudik seperti berkendara jarak jauh, wajib memberlakukan jadwal rehat atau menjadwalkan waktu-waktu beristirahat. Hal ini sifatnya penting, apalagi Anda berkendara sendirian alias tidak ada pengganti untu mengendarai mobil dalam perjalanan yang cukup panjang.
 
Meski awalnya diprediksi bakal mudah, justru di situlah tantangan yang paling besar. Apalagi berkendara di jalan tol yang tidak memiliki kelokan tajam dan dominan jalur lurus. Kalau kondisi mata sudah mulai mengantuk, ini justru akan membuat pengemudi justru bisa mengalami fatique atau kondisi tidur sesaat.
 
"Pernah tidak kita mengalami kondisi saat mengemudi lalu macet, dan kemudian tertidur sesaat? Ya, memang tidak lama hanya tiga sampai 5 detik. Tapi justru di situlah letak bahayanya. Bayangkan jika kondisi kecepatan mobil ketika Anda mengalami micro sleep seperti itu dalam 100 km per jam atau lebih, berarti kalau 3 detik sudah sekitar 80 meter mobil Anda berjalan sendiri tanpa kontrol pengemudi," cerita Instruktur Safety Driving dan Pemilik Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar ke Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menegaskan bahayanya berkendara saat mengalami micro sleep, Rifat juga memberikan saran agar tak mengambil risiko jika sudah mulai mengalami gejala micro sleep. Ketika itu terjadi, Ia menegaskan agar segera mencari tempat untuk melakukan rehat seperti di rest area terdekat.
 
"Pokoknya jangan pernah ambil risiko kalau gejala ini sudah mulai terjadi. Karena bukan hanya Anda yang bisa mengalami kecelakaan tunggal, tapi juga bisa menyeret pengendara lain atau mungkin orang-orang lain di sekitarnya."
 
Ia juga menjelaskan bahwa manajemen rehat itu juga sangat penting saat berkendara jarak jauh. Manusia punya daya jangkau dan fokus yang sangat terbatas. Sangat penting untuk mengetahui ini agar manajemen rehat bisa dilakukan secara teratur. Selain itu, juga akan membantu pengemudi agar tidak terlalu capek dalam berkendara lama dan panjang.
 
Rifat memberikan ultimatum bahwa, berkendara itu adalah pekerjaan utama setiap orang yang melakukan perjalanan dengan mengemudi sendiri. Ini bukan pekerjaan sambilan karena berhubungan dengan keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif