Jakarta - Jetour T2 i-DM adalah SUV Plug-in Hybrid (PHEV) berteknologi Intelligent Dual Mode yang resmi diluncurkan di GIIAS 2026 dengan harga Rp688.000.000 OTR Jakarta. Medcom.id pun langsung berkesempatan mencoba SUV boxy ini dari Jakarta-Bandung-Subang dan kembali ke Jakarta.
Jetour T2 i-DM dibekali dengan mesin 1.5L TGDI generasi ke-5 dipadukan dengan dua motor listrik dan transmisi 3-Speed DHT. Performanya cukup mumpuni baik di putaran bawah maupun di putaran atas lantaran tenaga gabungan mencapai 375 PS dengan torsi 610 Nm.
Namun jangan sampai salah paham. Lantaran fitur hybridnya bisa diatur dan dimaksimalkan hingga baterai hanya berkapasitas sampai 10 atau 20 persen saja. Lalu apa yang akan terjadi jika Sobat Medcom hanya mengatur penggunaan baterai hanya sampai 30 persen atau sisa baterai hingga 70 persen saja?
Jawabannya ya pasti amsyong alias rugi karena konsumsi BBM justru akan boros. Lantaran baterai hanya akan berfungsi sebesar 30 persen saja. Artinya hanya bisa menempuh jarak sekitar kurang lebih 30 km saja dengan mode EV. Kalau kondisi ini terjadi, maka mesin akan menyala untuk mengisi baterai hingga batas yang normal lagi yaitu sekitar 80 persen.
Namun jika baterai disetel hingga penggunaan 80 persen atau 90 persen, maka baterai bisa digunakan hingga tersisa 20 persen saja sebelum akhirnya mesin menyala untuk mengisi energi di baterai. Hal ini tentu membutuhkan ketelitian pengguna, agar maksimalisasi mode EV bisa dilakukan.
Penggerak Roda Depan
Meski mobil ini dibekali gerak roda depan saja, namun itu lebih dari cukup untuk membuatnya tetap galak. Apalagi dipadukan dengan konfigurasi setup suspensi dan rangka yang membuat nyaman selama perjalanan.
Untuk sistem pemasok energi dari bateari dilengkapi dengan baterai berjenis LFP berkapasitas 18,4 kWh yang mendukung jarak tempuh mode EV hingga 90–100 km dan total jarak tempuh gabungan lebih dari 1.200 km.
Saat berangkat dari Jakarta ke Bandung, ada sedikit salah setup terutama untuk optimalisasi setup penggerak EV. Di mana penggunaan mesin bakar lebih banyak yaitu sekitar 70 persen selama perjalanan. Di mana baterai yang baru berkurang 30 persen, memaksa mesin untuk mengisi baterai lebih awal.
Namun ketika sadar akan hal itu, Kami pun menggeser fitur pengaturan aliran energi untuk hanya menggunakan mode EV hingga batas 20 persen baterai. Sehingga perjalanan dari Bandung, melalui Lembang dan kembali ke jakarta pun terbilang cukup irit sesuai klaim dari Jetour.
Karena telah memahami setup aliran energinya, hal ini lebih memudahkan Kami dalam memaksimalkan teknologi i-DM di Jetour T2. Apalagi saat ini mengisi daya di baterai, juga tak perlu lama-lama.
Lantaran Jetour T2 i-DM ini telah didukung DC Fast Charging yang bisa mengisi daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam 27 menit saja. Belum lagi ada fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW.
Mobil ini Dilengkapi 15 fungsi ADAS, radar BOSCH generasi ke-5, dan kamera 540° Surround Vision.Interior & Hiburan: Didukung cip Qualcomm Snapdragon 8155, 12 speaker Sony, panoramic skyroof, dan wireless charger 50W.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan