Umumnya pemeriksaan biasanya dilakukan melalui indikator warna dan pengukuran tegangan menggunakan multimeter. Sedangkan pada aki basah, perawatan dan pemeriksaan dilakukan secara lebih detail, seperti rutin mengecek tinggi cairan elektrolit.
Sementara itu, cara mengecek aki kering mobil masih bagus atau tidak juga bisa dilihat dari performa starter hingga hasil tes beban. Berikut cara mengetahui kondisi aki kering di mobil Sobat Medcom mulai mengalami masalah!
1. Lihat Indikator Warna pada Aki
Sebagian besar aki kering saat ini dilengkapi dengan indikator warna di bagian atasnya. Warna hijau pada indikator menandakan aki masih dalam kondisi baik. Jika indikator berubah menjadi putih atau kuning, itu menunjukkan elektrolit di dalam aki sudah menipis dan butuh perhatian lebih.Baca Juga:
Konsumsi BBM Daihatsu Rocky Hybrid, Lebih Hemat dari Motor Matic 150 cc?
Sedangkan warna merah atau hitam menjadi tanda bahwa aki melemah atau rusak, dan sebaiknya segera diganti. Jika aki tidak memiliki indikator, pemeriksaan tambahan dengan alat bantu diperlukan.
2. Mengukur Tegangan dengan Multimeter
Salah satu cara cek aki kering mobil masih bagus atau tidak adalah dengan menggunakan multimeter. Dalam kondisi mesin mati, aki sehat biasanya menunjukkan tegangan sekitar 12,6 hingga 12,8 volt. Jika angkanya turun ke kisaran 12,2–12,5 volt, berarti aki mulai melemah.Tegangan di bawah 12 volt menunjukkan aki sudah tidak optimal dan sebaiknya segera diganti. Saat mesin menyala, tegangan normal berada di rentang 13,7–14,7 volt. Bila berada di bawah 13 volt, bisa jadi ada masalah pada alternator atau aki itu sendiri.
3. Performa Starter Saat Mesin Dihidupkan
Perhatikan reaksi mobil saat distarter. Jika mesin langsung menyala tanpa hambatan, itu berarti aki masih dalam kondisi prima. Sebaliknya, jika starter terdengar berat atau lambat, itu bisa jadi tanda aki mulai kehilangan performanya. Pada kondisi lebih parah, mobil bisa saja gagal menyala sepenuhnya karena aki sudah habis atau ada gangguan kelistrikan lain.4. Lakukan Tes Beban
Tes beban bisa membantu mengevaluasi seberapa kuat aki saat diberi beban listrik besar. Gunakan alat battery load tester untuk mengujinya. Jika tegangan aki turun di bawah 9,6 volt ketika beban diberikan, berarti aki sudah tidak sanggup menahan daya dan perlu diganti. Sebaliknya, jika tegangan masih bertahan di atas 10 volt, kondisi aki masih cukup baik.Baca Juga:
Cek Varian Toyota Alphard Paling Murah, Dapat Apa Saja?
5. Periksa Kondisi Fisik Aki
Bagian terakhir dari cara cek aki mobil masih bagus atau tidak adalah memeriksa kondisi fisik aki secara langsung. Terminal aki yang berkarat atau kotor bisa menghambat aliran listrik dan harus dibersihkan.Gunakan air hangat dan sikat kawat, lalu olesi dengan pelumas seperti petroleum jelly. Jangan lupa juga untuk mengecek apakah ada retakan atau kebocoran pada bodi aki. Jika ditemukan kerusakan seperti itu, segera ganti untuk mencegah kerusakan komponen lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News