Cairan raditaor Master Radiator Coolant.Autochem Industry
Cairan raditaor Master Radiator Coolant.Autochem Industry

​Mengenal Beda IAT dan OAT di Radiator Coolant, Mana yang Pas Buat Mobil Modern?

Ekawan Raharja • 07 April 2026 17:06
Ringkasnya gini..
  • Radiator coolant menjaga suhu mesin tetap stabil. Cairan ini mengandung Ethylene Glycol yang membantu mengatur penguapan dan kinerja pendinginan.
  • Ada dua teknologi aditif anti karat coolant, yaitu IAT untuk mesin lama dan OAT yang lebih modern dengan masa pakai lebih panjang.
  • Coolant OAT cocok untuk mesin modern berbahan aluminium karena minim endapan, lebih tahan lama, dan lebih ramah lingkungan.
DKI Jakarta: Radiator coolant menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pendingin kendaraan. Cairan ini berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil agar performa kendaraan tetap optimal. Di dalam radiator coolant terdapat kandungan Ethylene Glycol yang berperan mengatur tingkat penguapan serta efektivitas pendinginan sesuai teknologi mesin yang digunakan.
 
Glycol atau glikol menjadi komponen utama dalam formulasi radiator coolant. Komposisinya disesuaikan dengan teknologi mesin kendaraan. Mesin dengan teknologi modern seperti direct injection, turbocharged, hybrid, hingga Electric Vehicle (EV) membutuhkan cairan pendingin khusus agar tidak mudah menguap dan mampu menjaga stabilitas suhu mesin.
 
President Director PT Autochem Industry (AI), Henry Sada mengatakan bahwa keandalan radiator coolant tidak hanya dilihat dari kemampuan melepaskan panas mesin. Cairan ini juga harus memiliki kemampuan dalam menekan timbulnya karat dalam sirkulasi radiator.

"Karat dapat muncul karena beberapa hal, seperti penggunaan air biasa atau air keran rumahan yang mengandung mineral dan klorin yang dapat memicu korosi pada logam. Kombinasi panas tinggi dari mesin dan kandungan oksigen dalam air turut mempercepat oksidasi logam,” jelas Henry Sada, melalui keterangan resminya.

Baca Juga:
Toyota Land Cruiser 250 Terbaru Ada Fitur Anti Maling


Karat pada sistem pendingin dapat muncul akibat reaksi oksidasi antara berbagai jenis logam seperti tembaga, aluminium, dan baja dengan oksigen. Kondisi ini bisa diperparah jika radiator jarang dibersihkan atau cairannya tidak diganti secara berkala sehingga kerak dan karat menumpuk.
 
Selain itu, tutup radiator yang rusak juga berpotensi menyebabkan masuknya oksigen dari luar. Faktor lain yang sering terabaikan adalah masa pakai cairan radiator. Jika tidak diganti sesuai waktu yang dianjurkan, aditif anti korosi di dalamnya akan habis sehingga permukaan logam lebih mudah berkarat.
 
Secara umum, terdapat dua jenis teknologi aditif anti karat pada radiator coolant, yaitu In-organic Acid Technology (IAT) dan Organic Acid Technology (OAT).

Aditif Anti Karat IAT

IAT merupakan teknologi yang lebih lama dan dikenal mampu memberikan perlindungan yang baik terhadap logam, terutama radiator berbahan tembaga dan kuningan. Aditif ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam untuk menghambat proses korosi.
 
Bahan dasar aditif IAT biasanya menggunakan material anorganik seperti fosfat, nitrit, borat, maupun silikat. Teknologi ini cocok digunakan pada mesin-mesin lawas yang memiliki jalur pendingin radiator dengan ukuran kisi-kisi yang relatif besar.

Baca Juga:
Mercedes-Benz GLS Terbaru Dilengkapi Teknologi AI dan Suspensi Cerdas


Namun, aditif anorganik memiliki kelemahan karena relatif cepat terurai. Hal tersebut membuat masa pakai radiator coolant menjadi lebih pendek dan berpotensi meningkatkan risiko korosi serta penyumbatan jika aditifnya sudah habis.
 
Umumnya radiator coolant dengan teknologi IAT memiliki masa pakai sekitar 2–3 tahun atau sekitar 40.000 kilometer. Kondisi lingkungan berkendara yang panas dan berat juga dapat mempercepat berkurangnya usia pakai cairan pendingin jenis ini.

Aditif Anti Karat OAT

Teknologi yang lebih modern adalah Organic Acid Technology (OAT). Sistem ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung mikroskopis pada permukaan logam dalam sistem pendingin mesin.
 
Asam organik di dalamnya hanya bereaksi pada area logam yang membutuhkan perlindungan sehingga mampu mencegah karat tanpa menggunakan bahan berbahaya. Karena tidak mengandung unsur anorganik, risiko terbentuknya endapan menjadi sangat kecil.
 
Selain itu, unsur organik pada OAT lebih sulit terurai sehingga masa pakai radiator coolant menjadi lebih panjang. Umumnya cairan pendingin dengan teknologi OAT dapat digunakan selama 5–10 tahun atau hingga 100.000 kilometer, tergantung kadar glycol dalam formulanya.

Baca Juga:
Hyundai Boulder Concept, SUV Boxy untuk Berpetualang


Keunggulan lain dari OAT adalah tidak meninggalkan endapan atau kerak yang dapat menyumbat saluran radiator. Selain itu, teknologi ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik serta memiliki tingkat penguapan yang lebih rendah.
 
Formula OAT sendiri mulai dikembangkan sejak sekitar tahun 1980-an dan dalam satu dekade terakhir semakin banyak digunakan di Indonesia karena dinilai lebih andal untuk kondisi iklim tropis.
 
Meski demikian, IAT masih memiliki keunggulan dalam memberikan perlindungan korosi pada material tertentu seperti radiator berbahan copper-brass. Sementara kendaraan modern kini lebih banyak menggunakan material aluminium yang lebih cocok menggunakan teknologi OAT.
 
Selain teknologi aditif anti korosi, masa pakai radiator coolant juga dipengaruhi oleh kadar glycol dalam formulanya. Semakin tinggi kandungan glycol, umumnya semakin panjang pula usia pakai cairan pendingin tersebut.
 
Secara umum, OAT dinilai lebih sesuai untuk mesin modern karena mampu memberikan perlindungan yang efektif, minim endapan, serta memiliki masa pakai yang lebih panjang.
 
”Sebelum mengganti radiator coolant, ada baiknya Anda memilih produk yang tepat. Master Radiator Coolant dirancang agar mampu memberikan performa maksimal pada mesin kendaraan yang beroperasi di iklim tropis. Kandungan aditif yang digunakan telah disesuaikan supaya memiliki kemampuan transfer heat yang cepat dan maksimal, serta titik didih yang lebih tinggi dari air murni. Sehingga, suhu mesin tetap stabil di berbagai kondisi berkendara, termasuk memastikan karat tidak menyerang radiator,” kata Henry Sada.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan