Jakarta: Teknologi industri otomotif khususnya kendaraan roda empat atau mobil terus berkembang dari tahun ke tahun. Salah satu perkembangan yang terjadi bisa dilihat dari jenis sistem penggerak kendaraan yang sekarang sudah semakin canggih.
Dilansir Mobil88, penggerak roda mobil yang cukup banyak diminati saat ini adalah sistem penggerak roda belakang rear wheel drive (RWD). Di Indonesia, sistem penggerak roda belakang ini banyak digunakan pada model-model mobil sejuta umat. Seperti low MPV Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, selain itu juga digunakan oleh low SUV Daihatsu Terios, dan Toyota Rush. Ada juga mobil SUV medium seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport yang mengadopsi penggerak roda belakang ini.
Keunggulan Sistem Penggerak Roda Belakang
Sistem penggerak roda belakang (RWD) ini memiliki beberapa keunggulan dibanding sistem penggerak mobil roda depan (FWD). Sesuai namanya, sistem penggerak roda belakang ini terpisah dengan sistem kemudi, yang terletak di roda depan. Jadi masing-masing roda depan dan belakang memiliki fungsinya sendiri-sendiri.
Sehingga mobil dengan sistem penggerak roda belakang biasanya memiliki kaki-kaki lebih awet dan performa lebih tangguh di medan ekstrem. Karena memang komponen steering dan penggerak kendaraan terbagi depan dan belakang, sehingga beban komponen roda depan tidak terlalu terforsir dan membuatnya lebih awet.
Selain itu, dengan cara kerja 'mendorong', sistem penggerak roda belakang akan lebih handal untuk jalanan menanjak, terjal, dan tidak rata. Keunggulan lainnya adalah suara berisik di kabin akibat komponen penggerak misal transmisi, juga akan bisa diminimalisisasi, jadi kabin bisa lebih senyap.
Kekurangan Sistem Penggerak Roda Belakang
Bicara soal kekurangan penggerak roda belakang adalah bobot yang berat. Pemindahan tenaga dari depan ke belakang membutuhkan komponen power train lebih banyak misal propeller shaft, gardan, as roda belakang, cross joint, dan lain-lain.
Selain menyebabkan bobot kendaraan jadi berat, pemidahan tenaga tersebut juga akan mengalami loss power akibat gesekan di power train. Sehingga sitem Penggerak roda belakang ini akan cenderung kurang irit dan kurang responsif dibanding Penggerak roda depan (FWD), dan biasanya potensi terjadi gejala oversteering lebih besar dibanding FWD.
Kekurangan lain pada sistem penggerak roda belakang adalah berupa kabin yang kurang lapang. Pada mobil dengan sistem penggerak roda belakang (RWD), lantai kendaraan menjadi tidak rata, sebab di bawah menjadi tempat untuk sistem transmisi dan propeller shaft.
Jakarta: Teknologi industri otomotif khususnya kendaraan roda empat atau mobil terus berkembang dari tahun ke tahun. Salah satu perkembangan yang terjadi bisa dilihat dari jenis sistem penggerak kendaraan yang sekarang sudah semakin canggih.
Dilansir Mobil88, penggerak roda mobil yang cukup banyak diminati saat ini adalah sistem penggerak roda belakang rear wheel drive (RWD). Di Indonesia, sistem penggerak roda belakang ini banyak digunakan pada model-model mobil sejuta umat. Seperti low MPV Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, selain itu juga digunakan oleh low SUV Daihatsu Terios, dan Toyota Rush. Ada juga mobil SUV medium seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport yang mengadopsi penggerak roda belakang ini.
Keunggulan Sistem Penggerak Roda Belakang
Sistem penggerak roda belakang (RWD) ini memiliki beberapa keunggulan dibanding sistem penggerak mobil roda depan (FWD). Sesuai namanya, sistem penggerak roda belakang ini terpisah dengan sistem kemudi, yang terletak di roda depan. Jadi masing-masing roda depan dan belakang memiliki fungsinya sendiri-sendiri.
Sehingga mobil dengan sistem penggerak roda belakang biasanya memiliki kaki-kaki lebih awet dan performa lebih tangguh di medan ekstrem. Karena memang komponen steering dan penggerak kendaraan terbagi depan dan belakang, sehingga beban komponen roda depan tidak terlalu terforsir dan membuatnya lebih awet.
Selain itu, dengan cara kerja 'mendorong', sistem penggerak roda belakang akan lebih handal untuk jalanan menanjak, terjal, dan tidak rata. Keunggulan lainnya adalah suara berisik di kabin akibat komponen penggerak misal transmisi, juga akan bisa diminimalisisasi, jadi kabin bisa lebih senyap.
Kekurangan Sistem Penggerak Roda Belakang
Bicara soal kekurangan penggerak roda belakang adalah bobot yang berat. Pemindahan tenaga dari depan ke belakang membutuhkan komponen power train lebih banyak misal propeller shaft, gardan, as roda belakang, cross joint, dan lain-lain.
Selain menyebabkan bobot kendaraan jadi berat, pemidahan tenaga tersebut juga akan mengalami loss power akibat gesekan di power train. Sehingga sitem Penggerak roda belakang ini akan cenderung kurang irit dan kurang responsif dibanding Penggerak roda depan (FWD), dan biasanya potensi terjadi gejala oversteering lebih besar dibanding FWD.
Kekurangan lain pada sistem penggerak roda belakang adalah berupa kabin yang kurang lapang. Pada mobil dengan sistem penggerak roda belakang (RWD), lantai kendaraan menjadi tidak rata, sebab di bawah menjadi tempat untuk sistem transmisi dan propeller shaft.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)