tips knowledge

Alasan Minyak Rem Perlu Diganti Berkala

M. Bagus Rachmanto 24 Oktober 2018 10:54 WIB
tips knowledge
Alasan Minyak Rem Perlu Diganti Berkala
Minyak rem harus diganti setiap 20 ribu kilometer atau setahun sekali. Loius
Jakarta: Selama tidak terjadi kebocoran, pengecekan minyak/oli rem tak banyak atau jarang dilakukan oleh pemilik kendaraan (mobil/motor), bahkan sebagian pemilik tak terlalu peduli atau perhatian terhadap bagian itu.

Padahal jika rem blong lantaran minyak remnya tak lagi berfungsi dengan baik, itu bakal jadi musibah besar bagi para pengguna kendaraan tersebut. Bukan hanya berbahaya bagi pengguna kendaraan yang bersangkutan, namun juga bagi pengguna jalan raya lainnya.

Assisten Trainer Tecnichal Training 2W Suzuki Indomobil Sales, Dadan Danil memaparkan, bahwa minyak rem itu punya batas pemakaian yang cukup panjang. Tapi patut diingat, minyak rem juga punya sifat menangkap uap air, terlebih saat berada dalam kondisi titik didih.
 
"Minyak rem itu wajib diganti setiap 20.000 km atau setahun sekali. Hal ini dikarenakan minyak rem punya sifat menangkap uap air. Meski kondisinya terkontaminasi air, panas yang dihasilkan rem cakram lama kelamaan akan membuat minyak rem sperti air, Jadi perlu diganti secara berkala. Agar tidak terjadi kerusakan pada sistem pengereman," jelas Dadan saat bincang santai dengan Medcom.id di Yogyakarta, Selasa 23 Oktober 2018.

Ia juga menambahkan bahwa titik didih minyak rem yang mencapai 155 derajat, maka sistem pengereman bisa lebih baik. Tapi jika uap air sudah mengintimidasi di bagian dalam, maka itu bakal jadi masalah awal sistem pengereman yang tidak optimal. Ini dikarenakan oleh titim didih air yang hanya 100 derajat saja.


Adapun masalah yang diungkap Dadan ketika uap air sudah masuk ke bagian pengereman, adalah terjadinya korosi di kaliper rem. "Kedua adalah jika jumlah airnya sudah banyak, maka titik didih semakin rendah. Kondisi ini membuat rem berpotensi blong."

Lakukan perawatan berkala sistem pengereman sangat penting, baik kendaraan Anda sering dioperasikan atau pun tidak. Sehingga optimalisasi sistem pengereman bisa tetap berjalan lancar.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id