Beragam jenis jas hujan yang dijual di pasaran. Medcom.id/Fitra Iskandar
Beragam jenis jas hujan yang dijual di pasaran. Medcom.id/Fitra Iskandar

Ragam Jenis Jas Hujan 'Ada Harga Ada Rupa'

Otomotif perlengkapan berkendara tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 16 Desember 2018 15:00
Jakarta: Para pengendara motor perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli jas hujan. Selain soal harga, karakter produk juga perlu dicermati agar sesuai kebutuhan. Kalau orang biasa bilang 'Ada harga ada rupa' untuk menilai kualitas barang, dalam hal membeli jas hujan pepatah itu juga berlaku, tetapi bukan harga mati.

Semakin mahal, jas hujan semakin nyaman dipakai, dan tentu lebih bergaya. Di kios-kios pinggir jalan, jas hujan yang masuk kategori ini di antaranya Axio dan Takachi.

Di salah satu kios di Jalan Kembang Kerep, Meruya Utara, Jakarta Barat, harga yang ditawarkan untuk jas hujan Takachi Rp220 ribu, begitu pun merek Axio. Yang lebih premium biasanya ditemui di gerai-gerai peralatan luar ruang atau outdoor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Di toko daring (online), padahal harganya Takachi tak jauh-jauh dari Rp150 ribu. Toh, faktor kenyamanan membuat orang menjatuhkan pilihannya.  "Bisa buat jaket biasa juga soalnya," kata Mardi, salah satu pembeli. Di papan bawah, merek-merek yang beredar di antaranya Yosekimoto, GMA, Reflekta, dan Ibex. Kisaran harga di antara merek-merek itu berbeda Rp5 ribu--Rp30 ribu.

GMA dan Yosekimoto misalnya dijual Rp100 ribu. Mungkin kalau konsumen tahu perbandingan harga, bisa jadi lebih murah. Pedagang jas hujan biasa menyebut dua merek jas hujan ini berbahan karet (PVC). Bahannya licin dan mengkilat.

Untuk merek Reflekta, pedagang menjualnya Rp70 ribu. Bahannya sedikit berkontur, tidak glossy. Untuk jas hujan murah, yang perlu anda teliti lagi adalah bagian resleting karena bagian itu juga rentan rusak. Tetapi, konsumen tidak perlu terpaku harga. Tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan.

Axio dan Takachi, tidak cepat robek karena berbahan polyster. Jas hujan jenis ini masih bisa ditembus air bila diajak main basah-basahan di hujan lebat dan berdurasi lama. Apalagi bila kondisinya sudah tidak baru.

Jas hujan mahal juga punya umur pakai yang bisa singkat. Jas hujan yang harganya Rp400 ribu, ke atas seperti merek Rei, bisa cepat rusak bila disimpan di tempat yang biasa terpapar panas, seperti bagasi motor. Panas bisa merontokkan lapisan antibocor jas hujan.

Sementara, jas hujan yang disebutkan ada di kategori harga rendah, biasanya lebih tahan air, karena tidak 'berpori-pori'. Kelemahannya, tidak lentur, dan mudah robek. Biasanya juga tidak ada ukurannya. Beda dengan Axio dan Takachi.

Kalau ingin gaya, belilah yang sesuai ukuran, seperti anda membeli kaus atau jaket. Tetapi kalau ingin jas hujan melindungi sekaligus tas punggung, pilihlah yang dua ukuran lebih besar yang biasa anda pakai.

Di luar itu, jas hujan yang paling murah, hanya seharga Rp15 ribu--Rp20 ribu juga ada. Jas hujan ini berbahan seperti kantong kresek yang lemas. Jenis jas hujan yang satu ini tentu bisa jadi pilihan buat pejalan kaki, atau penumpang ojek. Bobotnya ringan dan ringkas. Tetapi soal usia pakai, tentu konsumen tidak bisa berharap terlalu banyak. Tetapi ada yang bilang, 'Seawet-awetnya jas hujan, hanya bisa dipakai untuk satu kali musim hujan'. Memang begitu?


(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi