Di momen PSBB ini banyak yang bepergian dengan sepeda motor mengenakan masker namun tidak menggunakan helm. Medcom.id/Ahmad Garuda
Di momen PSBB ini banyak yang bepergian dengan sepeda motor mengenakan masker namun tidak menggunakan helm. Medcom.id/Ahmad Garuda

Safety Riding

Tips Riding Aman di Era Kenormalan Baru

Otomotif tips motor safety riding tips knowledge Coronavirus PSBB New Normal
M. Bagus Rachmanto • 30 Mei 2020 14:28
Jakarta: Kampanye keselamatan dalam berkendara harus terus digaungkan. Tercatat kecelakaan lalu lintas menjadi peringkat kedua penyebab kematian terbesar di dunia, terutama yang berkaitan dengan kecelakaan sepeda motor, terbilang tinggi.
 
Beberapa poin pun harus diperhatikan dalam berkendara seperti kondisi fisik dan antisipasi lingkungan. Menarik, selama pandemik virus korona, khususnya masa Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), membuat masyarakat diwajibkan mengenakan masker selama bepergian keluar rumah. Hal ini kemudian menimbulkan fenomena baru yakni para bikers yang bermasker namun tidak mengenakan helm.
 
"Kalau bicara safety juga harus bicara healty. Tapi kembali lagi dan tergantung dengan atitude dan behavior mereka," ujar Founder & main Instructir Safety Defensive Consulting Indonesia, Sony Susmana dalam sesi bincang-bincang Sambut Iftar Ala Medcom (SIAM), yang membahahas fenomena tersebut dengan tema 'Pengendara Bermasker, Aman tapi Bo'ong?', Sabtu 16 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sony juga membeberkan data yang dihimpun Worldometer.com, dikatakan bahwa jumlah kematian penderita Covid-19, kurang lebih 1.000 - 1-500 kematian dalam sehari di seluruh dunia. Sementara kematian di jalan raya kurang lebih 3.000 kematian dalam sehari.
 
Berdasarkan hal tersebut, tentunya edukasi keselamatan berkendara kepada yang tergolong first rider (pemula), sangat penting peranannya. Menyebarkan virus keselamatan berkendara harus dilakukan oleh semua pihak masyarakat. Mereka harus mulai menyebarkan pengetahuan mengenai keselamatan berkendara kepada kelompok usia muda. Bahkan Sonny mengeaskan harus dilakukan sejak usia dini.
 
"Kita jangan mimpi ingin lalu lintas di negara kita bakal baik, kalau sekolah-sekolah kita tidak mengajarkannya sejak dini mulai dari sekolah dasar (SD). Ingat, menggunakan perlengkapan berkendara tidak hanya menjaga keamanan untyk diri sendiri tapi juga menjaga keselamatan orang lain," ujar Sony.
 
Masker merupakan salah satu perlengkapan berkendara sepeda motor yang dianjurkan untuk dikenakan untuk menjaga udara yang dihirup selama perjalanan. Terlebih di masa pandemik virus korona dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan, mewajibkan para pengendara sepeda motor wajib mengenakan masker. Bahkan penggunaan masker ini bisa
 
menjadi new normal bagi para biker sebagai perlengkapan berkendara.
 
Sony mengimbau kepada para pengendara sepeda motor menggunakan masker dengan bahan kain yang tebal, sebagai alternatif pengganti masker medis. "Bahkan kalau perlu dilapis lagi tissue di balik masker."
 
Untuk memilih masker yang cukup baik atau tidak, pengguna bisa mengetesnya ketika digunakan. Caranya cukup gampang, yakni dengan meniup lilin ketika menggunakan masker.
 
“Kalau kita pakai dan kita tiup, lilin tetap mati artinya masker itu jelek,” katanya.
 
Dia menilai untuk masker-masker kain yang banyak dijajakan di pinggir jalan tidak laik dikenakan ketika berkendara sepeda motor. Mengingat bahannya terlalu tipis dan rasanya tidak cukup baik untuk menyaring udara.
 
“Masker sekarang banyak dijual murah, sebetulnya tidak layak. Mungkin kalau dipakai di sekitar rumah masih oke, tapi kalau buat berkendara tidak cocok,” ujar Sony.
 

(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif