Ban mobil truk rentan meletus karena panas dan bobot berlebihan. Antara Foto/Siswo Widodo
Ban mobil truk rentan meletus karena panas dan bobot berlebihan. Antara Foto/Siswo Widodo

Panas Berlebih, Salah Satu Penyebab Ban Mobil Meletus

Otomotif safety driving ban mobil
M. Bagus Rachmanto • 24 Desember 2018 16:12
Jakarta: Tak jarang kita mendengar ban mobil truk kontainer yang rentan meletus saat di jalan. Penyebabnya tak lain karena besarnya bobot gesekan antara permukaan aspal dengan permukaan ban. Belum lagi besaran tekanan angin yang jauh lebih tinggi dari tekanan angin mobil-mobil berpenumpang.
 
Fakta ini diakui langsung oleh M. Ricky Susanto, driver mobil kontainer yang kini berprofesi sebagai driver mobil berpenumpang di sebuah kantor swasta. Ricky mengungkapkan bahwa ketika Ia masih berprofesi sebagai driver truk dan kontainer, Ia harus menyiapkan air selama dalam perjalanan.
 
"Air itu tujuannya untuk menyiram ban yang kepanasan, paling tidak dua jam sekali. Jadi kami sebagai supir truk ini juga mewaspadai hal itu. Karena kalau tidak disiram, kemungkinan ban meletus apalagi kalau usianya sudah cukup tua, mau tidak mau, kita harus menjaganya. Kalau meletus di perjalanan bisa bikin susah. Malah bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas," ujar Ricky.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggapan Ricky ini diakui langsung oleh perwakilan PT Gajah Tunggal (produsen ban GT Radial), Zulpata Zainal kepada medcom.id. Bahwa apa yang diungkapkan Ricky itu benar adanya.
 
Panas Berlebih, Salah Satu Penyebab Ban Mobil Meletus
 
"Ban truk itu dari tekanan anginnya saja sudah mencapai 100 psi. Jika dibandingkan dengan ban mobil berpenumpang, selisihnya sangat jauh. Makanya itu yang membuat risiko meletusnya ban mobil truk jadi lebih besar. Tapi tergantung bobot atau beban muat mobil truk itu juga. Semakin besar bobotnya, maka peluang ban menjadi cepat panas juga semakin besar. Kalau dibiarkan maka potensi meletusnya akan tinggi," klaim Zulpata.
 
Tentang penanganan yang dilakukan driver dengan cara menyiram ban setelah menempuh perjalanan dalam waktu tertentu, dikatakan Zulpata bahwa itu hanya salah satu cara saja. Ada juga yang membiarkannya begitu saja di tepi jalan sembari beristirahat.
 
Terakhir Ia menjelaskan, bahwa tak usah mengkhawatirkan kondisi tersebut. Lantaran potensi ban meletus biasanya sangat besar untuk kendaraan yang bobotnya over load. Kalau masih sesuai dengan keterangan bobot angkut mobil atau di bawahnya, itu jarang-jarang terjadi.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif