Auto2000 membagikan sejumlah trik agar mobil terparkir secara aman selama di rumah saja. Auto2000
Auto2000 membagikan sejumlah trik agar mobil terparkir secara aman selama di rumah saja. Auto2000

Tips Knowledge

Selama WFH, Begini Cara Aman Parkir Mobil di Rumah

Otomotif toyota tips mobil tips knowledge tips otomotif tips work from home
Ekawan Raharja • 08 Mei 2020 19:33
Jakarta: Pandemik virus Covid-19 yang sedang melanda Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan aturan #DiRumahAja untuk memutus mata rantai penularannya. Imbauan ini mengakibatkan mobil kesayangan tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama dan harus parkir saja di rumah.
 
Aftersales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya, menjelaskan ketika mobil parkir di rumah ada saja ancaman yang mengintai, dari mulai sejumlah kerusakan ringan sampai beberapa hal sepele lainnya. “Ada beberapa risiko yang harus diwaspadai saat Auto Family memarkirkan kendaraan dalam jangka waktu lama, seperti ban kempis atau kemasukan binatang liar. Oleh sebab itu, Auto Family harus melakukan beberapa langkah pencegahan supaya kejadian tersebut tidak terjadi” jelas Ricky Martawijaya melalui keterangan resminya.
 
Melihat adanya risiko tersebut, Auto2000 membagikan sejumlah trik agar mobil terparkir secara aman selama di rumah saja. Ada 9 tips yang bisa dilakukan oleh pemilik mobil'

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Lokasi Parkir Memiliki Atap
Paling aman tentu parkir di garasi yang sudah memiliki atap. Dengan begitu, mobil dapat terhindar dari paparan panas matahari secara langsung yang bisa membuat cat mobil memudar. Ketiadaan atap juga membuat mobil terhindar dari terpaan hujan yang Lambat laun akan timbul water spot (jamur kaca/jamur bodi) akibat noda bekas air hujan yang mengering karena tidak dibersihkan.
 
Lelehan air hujan juga bisa menyelinap di sela-sela bodi mobil seperti dudukan pelat nomor, gril, handle pintu dan tutup tangki bensin, sampai celah antara pintu dan body mobil. Selain kotor, air yang masuk lewat celah pintu bisa meninggalkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan.
 
2. Cuci Mobil Luar Dalam
Meski ditinggal di dalam rumah, mobil tetap bisa kotor oleh debu atau air hujan. Oleh sebab itu, pemilik mobil bisa mencucinya minimal seminggu sekali. Tidak hanya luar, bagian dalam juga harus dibersihkan.
 
Manfaatkan vacuum cleaner untuk membersihkan debu, terutama kolong kabin. Keluarkan karpet dan cuci hingga bersih.
 
3. Waspada Binatang Liar
Mobil yang didiamkan dalam jangka waktu lama menjadi lembab, dan itu menjadi lokasi yang pas untuk tempat tinggal binatang liar di sekitar rumah seperti tikus, kecoa, dan semut. Binatang pengerat seperti tikus sanggup menggigit kabel dan merusak sistem kelistrikan, sementara kecoa dan semut mengakibatkan kabin kotor dan rusak karena mampu menyelinap masuk ke dalam dan berkembang biak di sana.
 
Upaya pencegahan yang paling mudah adalah dengan meletakkan bahan pengusir binatang tersebut di luar mobil. Pemilik mobil bisa memesannya secara online atau membelinya di pet shop dekat rumah.
 
4. Keluarkan Barang Pribadi dari Kabin
Sembari mencuci mobil, lakukan inspeksi ke dalam kabin mobil. Keluarkan makanan dan minuman yang tertinggal karena akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang binatang liar datang. Keluarkan pula barang pribadi seperti kartu E-Toll, kacamata, pemantik api, dan barang berharga lainnya untuk menghindari dari risiko tidak terduga seperti kemalingan atau kebakaran.
 
5. Tekanan Ban Sesuai Standar
Tekanan angin ban mobil yang berdiam di rumah akan berkurang lebih cepat ketimbang ban yang dipakai setiap hari. Pemilik mobil harus rajin mengecek dan mengisinya sesuai standar yang ditetapkan. Supaya tidak repot bisa memanfaatkan pengisi angin ban portable yang banyak dijual secara online.
 
6. Hindari Penggunaan Rem Parkir
Ada kasus dimana kampas rem menempel kuat ke bagian dalam tromol dan sulit lepas karena mobil diparkir terlalu lama. Oleh sebab itu, lepaskan rem parkir atau rem tangan dan ganjal ban dengan balok kayu. Kalau mau lebih aman, pemilik mobil bisa menggunakan wheel chock yang diperuntukkan sebagai pengganjal ban mobil.
 
7. Isi Tangki Bensin Full
Bahan bakar di dalam mobil yang ditinggal dalam jangka waktu lama tidak bisa dibiarkan kosong karena akan mengakibatkan terjadinya oksidasi dan membuat karat timbul di dalam tangki bensin. Sebaiknya isi penuh bahan bakar untuk mengurangi risiko karat.
 
8. Jangan Melepas Kabel Baterai
Mobil tetap butuh pasokan listrik meski tidak dipakai dalam jangka waktu lama, seperti untuk mengaktifkan alarm, sehingga tidak perlu melepas kabel ke terminal aki. Selain itu, mesin mobil tetap harus dipanaskan setidaknya seminggu sekali selama sekitar 15 menit untuk mengisi arus aki supaya tidak tekor dan memberikan kesempatan pada oli mesin untuk bersirkulasi.
 
Silahkan bawa mobil keliling lingkungan rumah agar ban berputar dan menghindarinya dari kerusakan akibat ban hanya bertumpu di satu titik dalam jangka waktu lama. Atau setidaknya maju-mundurkan mobil di garasi untuk memindahkan titik tumpu ban.
 
9. Waspada Kebocoran
Lakukan pemeriksaan secara berkala ke seluruh bagian mobil, seperti ruang mesin, kabin, hingga bagian kolong untuk memastikan tidak ada kebocoran. Periksa pula apakah ada lelehan oli mesin atau tabung penyimpan cairan mobil yang berkurang drastis sebagai tanda awal kerusakan.
 
“Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan merawat kendaraan di rumah, konsumen Toyota bisa memanggil layanan THS Auto2000 Home Service guna melakukan servis berkala. Silakan order THS lewat Auto2000 Digiroom atau hubungi call center, cukup #DiRumahAja,” tutup Ricky Martawijaya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif