Emblem hybrid di mobil Suzuki Ertiga Hybrid. Medcom.id/Ekawan Raharja
Emblem hybrid di mobil Suzuki Ertiga Hybrid. Medcom.id/Ekawan Raharja

Mesin Mobil Hybrid Bisa Lebih Cepat Aus jika Salah Pilih Oli, Ini Sebabnya

Ekawan Raharja • 30 Oktober 2026 08:33
Ringkasnya gini..
  • Valvoline mengembangkan pelumas untuk mobil hybrid yang dirancang menghadapi suhu mesin lebih rendah dan siklus penyalaan berulang.
  • Mesin hybrid berisiko mengalami penumpukan kelembapan dan pembentukan sludge, sehingga pemilihan oli perlu memperhatikan spesifikasi kendaraan.
  • Oli 0W atau 5W dapat menjadi pertimbangan untuk mobil hybrid, tetapi pemilik tetap harus mengikuti rekomendasi viskositas dari pabrikan.
DKI Jakarta: Berbeda dari mobil bermesin pembakaran internal konvensional, mobil hybrid mengombinasikan mesin bensin atau diesel dengan motor listrik. Dalam kondisi tertentu, motor listrik mengambil alih sebagian beban penggerak sehingga mesin pembakaran tidak selalu bekerja. Kondisi ini memengaruhi suhu kerja mesin dan kebutuhan pelumas.

Mengapa Mobil Hybrid Membutuhkan Pelumas yang Tepat?

Menurut materi Valvoline, mesin hybrid umumnya beroperasi suhu lebih rendah karena motor listrik membantu mengurangi beban mesin pembakaran. Akibatnya, oli berpotensi tidak mencapai suhu optimal untuk menguapkan air yang terkondensasi di dalam mesin.

Penumpukan air dan kelembapan dapat meningkatkan risiko pembentukan asam serta lumpur oli atau sludge. Selain itu, mesin yang sering menyala dalam kondisi dingin berpotensi mengalami keausan lebih tinggi karena pelumas harus segera melindungi komponen saat mesin mulai bekerja.

Valvoline menjelaskan, pemilihan oli yang sesuai dapat membantu mengurangi keausan, menekan pembentukan endapan, dan menjaga usia pakai mesin. Karakteristik pelumas juga perlu mempertimbangkan kemungkinan kontak dengan komponen listrik serta material isolasi di dalam kendaraan hybrid.

Resiko Oksidasi pada Oli Mobil Hybrid

Oksidasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pelumas. Suhu tinggi dapat mempercepat proses oksidasi dan penurunan kualitas oli. Perubahan karakteristik tersebut berpotensi memengaruhi komponen seperti seal dan bantalan, serta mengganggu komponen listrik dan elektronik yang sensitif.
 

Karena itu, formulasi pelumas kendaraan hybrid perlu memperhatikan stabilitas oli, perlindungan terhadap komponen mesin, serta kesesuaiannya dengan sistem elektrifikasi kendaraan. Menurut Valvoline, pemilihan cairan pelumas yang tepat dapat membantu mengurangi risiko degradasi oli dalam kondisi kerja tersebut.

Jenis Pelumas pada Kendaraan Hybrid

Kebutuhan pelumasan mobil hybrid tidak hanya mencakup oli mesin. Ada beberapa jenis cairan yang digunakan sesuai fungsi dan konstruksi kendaraan, antara lain:
  1. Oli mesin, untuk melumasi komponen mesin pembakaran dan membantu mengurangi gesekan serta keausan.
  2. Cairan transmisi, yang mencakup Manual Transmission Fluid (MTF), Automatic Transmission Fluid (ATF), Dual Clutch Transmission Fluid (DCT), dan Continuously Variable Transmission Fluid (CVT), bergantung pada jenis transmisi yang digunakan.
  3. Cairan pendingin mesin, untuk membantu mengendalikan suhu kerja sistem sesuai rancangan kendaraan.
Setiap kendaraan memiliki spesifikasi cairan yang berbeda. Karena itu, pemilik mobil hybrid perlu merujuk buku manual atau rekomendasi pabrikan sebelum memilih oli mesin, cairan transmisi, maupun cairan pendingin.

Tantangan Pelumasan Mesin Hybrid

Sistem hybrid dapat berganti antara motor listrik dan mesin pembakaran sesuai kebutuhan tenaga serta kondisi berkendara. Peralihan ini memberikan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga menghadirkan tantangan terhadap pelumasan.

Ketika mesin pembakaran kembali aktif saat kendaraan sudah melaju, mesin dapat menerima beban ketika kondisinya belum mencapai suhu kerja optimal. Siklus penyalaan yang berulang juga dapat meningkatkan risiko keausan, terutama jika pelumas belum bekerja secara optimal.
 

Penggunaan mobil untuk perjalanan pendek turut menjadi perhatian. Dalam kondisi tertentu, mesin pembakaran tidak beroperasi cukup lama untuk mencapai suhu yang membantu mengurangi kelembapan di dalam mesin. Dampaknya, air dan kontaminan dapat lebih mudah terakumulasi dan mempercepat penurunan kualitas oli.

Valvoline juga menyoroti penggunaan bahan bakar nabati atau biofuel sebagai faktor yang dapat mempercepat degradasi oli pada aplikasi tertentu, termasuk kendaraan hybrid. Oleh sebab itu, pemilihan pelumas perlu mempertimbangkan jenis mesin, pola penggunaan kendaraan, dan spesifikasi yang ditetapkan pabrikan.

Apakah Mobil Hybrid Harus Menggunakan Oli Khusus?

Mesin pembakaran pada mobil hybrid pada dasarnya masih menggunakan prinsip kerja mesin bensin atau diesel konvensional. Karena itu, sebagian oli yang memenuhi spesifikasi dan persetujuan pabrikan untuk mesin konvensional juga dapat digunakan pada kendaraan hybrid.

Namun, karakter penggunaan mesin hybrid yang lebih sering mengalami penyalaan dalam kondisi dingin membuat karakteristik oli menjadi pertimbangan penting. Valvoline merekomendasikan pelumas dengan karakteristik viskositas yang sesuai untuk membantu melindungi komponen mesin ketika suhu masih rendah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan