Mencegah rem motor matic blong. Yamaha
Mencegah rem motor matic blong. Yamaha

Cara Cegah Rem Skutik Blong saat Turunan

Ahmad Garuda • 27 Oktober 2026 15:40
Ringkasnya gini..
  • Motoran pakai sepeda motor skutik (skuter otomatis) menyuguhkan kepraktisan tersendiri.
  • Terutama karena pengendara tidak perlu repot memindahkan gigi transmisi.
  • Namun, kemudahan ini kerap membuat sebagian pengendara terlena, khususnya saat harus melibas jalur turunan curam di daerah pegunungan atau perbukitan.
Jakarta - Motoran pakai sepeda motor skutik (skuter otomatis) menyuguhkan kepraktisan tersendiri, terutama karena pengendara tidak perlu repot memindahkan gigi transmisi. Namun, kemudahan ini kerap membuat sebagian pengendara terlena, khususnya saat harus melibas jalur turunan curam di daerah pegunungan atau perbukitan.

Salah satu ancaman paling berbahaya yang mengincar pengendara skutik di jalan menurun adalah rem blong. Berbeda dengan motor bebek atau sport yang memiliki engine brake (pengereman mesin) lebih terasa, skutik menggunakan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) yang cenderung membuat roda 'meluncur bebas (free wheeling) saat gas ditutup di turunan. 

Akibatnya, beban pengereman sepenuhnya bertumpu pada kampas dan minyak rem, yang jika dipicu secara terus-menerus akan memicu vapor lock (mendidihnya minyak rem akibat panas berlebih) dan berujung pada hilangnya daya cengkeram rem.

Agar perjalanan tetap aman dan terhindar dari risiko rem blong, berikut adalah panduan lengkap cara mencegah rem skutik blong saat melewati turunan:

1. Jangan Menekan Rem Terus-Menerus (Continuous Braking)
Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pengendara skutik adalah menekan tuas rem secara konstan sepanjang turunan. Kebiasaan ini membuat kampas rem dan piringan cakram terus bergesekan tanpa jeda, menghasilkan panas ekstrem.
 

Panas tersebut akan merambat ke kaliper dan mendidihkan minyak rem. Ketika minyak rem mendidih, terbentuk gelembung udara di dalam selang hidrolik yang membuat tuas rem terasa "ngepos" atau kosong saat ditekan.

Gunakan teknik pengereman berirama atau terputus-putus (intermittent braking). Tarik kedua tuas rem secara tegas untuk mengurangi kecepatan, lalu lepas sejenak agar angin dapat mendinginkan komponen rem, kemudian tarik kembali secukupnya.

2. Manfaatkan Gas untuk Menjaga Putaran Mesin
Pada skutik, menjaga sedikit bukaan gas di turunan dapat membantu menahan laju kendaraan. Jangan menutup gas sepenuhnya (posisi stasioner/langsam), karena kopling sentrifugal akan terlepas dan roda belakang akan berputar bebas tanpa hambatan dari mesin.

Tahan putaran gas di posisi kecil secara konstan. Hal ini membantu komponen kampas kopling tetap terhubung dengan mangkok kopling, sehingga putaran mesin ikut menahan laju roda (efek engine brake buatan).

3. Gunakan Kombinasi Rem Depan dan Belakang dengan Porsi Tepat
Sebagian pengendara hanya mengandalkan rem belakang karena dianggap lebih mudah dikendalikan. Padahal, beban kendaraan saat berada di turunan berpindah secara signifikan ke bagian depan (karena gaya gravitasi).

Gunakan kedua rem secara bersamaan. Porsi pengereman depan justru harus lebih dominan karena cengkeramannya lebih kuat di jalan menurun, sementara rem belakang digunakan sebagai penyeimbang agar motor tidak mudah tergelincir.
 

4. Periksa Kondisi Kampas dan Minyak Rem Secara Berkala
Pencegahan terbaik dimulai dari perawatan rutin sebelum berkendara jauh. Kampas rem yang sudah menipis atau habis tidak akan mampu mencengkeram piringan cakram dengan baik, sementara minyak rem yang sudah lama tidak diganti biasanya telah menyerap kelembapan sehingga lebih cepat mendidih.

Cek ketebalan kampas rem secara berkala. Segera ganti jika ketebalannya sudah di bawah batas aman. Lakukan penggantian minyak rem (biasanya spesifikasi DOT 3 atau DOT 4) setiap 2 tahun sekali atau setiap 20.000 kilometer.

5. Kenali Tanda-Tanda Rem Mulai Panas
Sebelum benar-benar mengalami blong, sistem pengereman biasanya memberikan "peringatan dini". Jika Anda mulai merasakan tuas rem terasa lebih empuk dari biasanya, atau tercium bau hangus seperti kampas terbakar, segera cari tempat aman untuk berhenti. 

Matikan mesin dan biarkan sistem pengereman mendingin secara alami selama 15–20 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan pernah nekat meneruskan perjalanan dalam kondisi tersebut.

Berkendara di jalur turunan dengan skutik menuntut konsentrasi tinggi dan teknik pengereman yang tepat. Dengan memahami karakter kendaraan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas, Sobat dan keluarga dapat menikmati perjalanan wisata atau touring dengan lebih aman, nyaman, serta bebas rasa khawatir. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan