Jangan asal kredit motor pahami perjanjiannya. Dok. MI
Jangan asal kredit motor pahami perjanjiannya. Dok. MI

Tips Knowledge

Syarat Leasing Tarik Motor Kredit Macet

Otomotif tips knowledge Kredit Kendaraan
M. Bagus Rachmanto • 20 Februari 2020 16:00
Jakarta: Perusahaan leasing (multifinance) masih tetap bisa menarik kendaraan dari debitur yang memiliki kredit macet. Penarikan kendaraan tanpa melalui Pengadilan Negeri (PN) ini sebagaimana hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Fidusia.
 
Dalam putusan MK disebutkan, eksekusi tanpa pengadilan dibolehkan dengan syarat pihak debitur mengakui adanya wanprestasi. Sepanjang pemberi hak fidusia (debitur) telah mengakui adanya cedera janji (wanprestasi) dan secara sukarela menyerahkan benda yang menjadi obyek dalam perjanjian fidusia, maka menjadi kewenangan sepenuhnya bagi penerima fidusia (kreditur) untuk dapat melakukan eksekusi sendiri (parate executie).
 
Putusan MK juga menyatakan, mengenai wasprestasi antara pihak debitur dan kreditur harus ada kesepakatan terlebih dahulu untuk menentukan kondisi seperti apa yang membuat wanprestasi. Jadi, ada perjanjian sebelumnya, berapa pinjamannya, berapa bunga yang harus dibayar, jangka waktunya, batas waktu pembayaran angsuran, bagaimana jika tidak membayar angsuran, dan berapa dendanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Direktur Penjualan, Service dan Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan menyebut penarikan motor atau kendaraan yang melakukan kredit di Adira Finance biasanya sudah melalui mekanisme dan konsultasi yang baik dengan konsumen.
 
Bila pembayaran kreditnya jatuh tempo, pihaknya akan berembuk dengan konsumen untuk mencari solusi yang terbaik untuk kelanjutannya ke depan. Salah satunya dengan memperpanjang tenornya, atau menurunkan nilai angsurannya jikalau konsumen sudah tidak mampu atau sudah tidak bisa lagi membayar.
 
Dalam kondisi ini biasanya motor ditarik dan dijual kembali sesuai dengan harga saat ini melalui mekanisme lelang. Misal, uang muka atau down payment (DP) kredit motor baru oleh konsumen mencapai 50%, biasanya ada kelebihan. Tapi, kebanyakan konsumen melakukan kredit motor dengan DP kecil sehingga tidak bisa mendapat uang kembali.
 
"Penarikan kendaraan tidak langsung dilakukan saat mereka tidak bisa bayar. Karena kita sediakan konsultasi. Misalnya dia belum mampu bayar. Kita tanya mampunya berapa? Kalau sehari sudah lewat jatuh tempo kita kontak dan kita komunikasikan seminggu. Kalau ada masalah kita panggil ke kantor dan cari solusi, apakah pembayarannya direschedule atau bagaimana. Nanti ada janji bayar. Kalau benar-benar tidak bisa kita bayar. Unitnya kita tarik. Banyak juga yang datang nyerahin motornya. Ok, nanti kita atur. Kita jualkan. Kalau ternyata dijual masih ada uang lebih kita kembaliin sesuai DP-nya," kata Niko saat peluncuran aplikasi Adiraku di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif