Pentingnya merawat berkala catalic converter agar mesin mobil rendah emisi. Paolo Bona
Pentingnya merawat berkala catalic converter agar mesin mobil rendah emisi. Paolo Bona

Komponen Otomotif

Mengenal Fungsi Catalytic Converter, Bikin Mobil Rendah Emisi

M. Bagus Rachmanto • 08 Agustus 2019 16:32
Jakarta: Melakukan perawatan mobil secara berkala dan menyeluruh sangat dianjurkan. Tujuannya agar mobil selalu dalam kondisi prima dan memiliki performa yang dapat diandalkan setiap saat, nyaman saat dikendarai, serta hemat komsumsi bahan bakar minyak (BBM).
 
Terlebih mobil yang digunakan sudah bertahun-tahun bisa saja konsumsi bahan bakarnya meningkat. Tentu hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari karena ruang bakar yang penuh kerak, hingga komponen lain yang berhubungan dengan itu sudah mulai kalah karena usia pakainya.
 
Fahmi pemilik bengkel mobil Fahmi Jaya Motor di wilayah Pengasinan, Bekasi Timur, Jawa Barat, menyarankan untuk memeriksa beberapa komponen di mobil Anda. Siapa tahu ada komponen yang bermasalah dan berefek kepada konsumsi bahan bakar, bahkan menghasilkan emisi gas buang yang tidak sesuai dengan standar kelayakan. 
 
Bicara soal konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang kaitannya sangat erat. Terutama terkait sensor katalis/oksigen sensor atau konverter katalisis/catalytic converter (CC), yang terpasang dalam knalpot mobil yang tidak terlalu banyak diketahui kalangan awam. 

Mengenal Fungsi Catalytic Converter, Bikin Mobil Rendah Emisi
 
Dijelaskan, catalytic converter adalah saringan berbentuk sarang lebah yang terbuat dari logam platinum atau paladium yang disatukan melalui blok keramik. Ketika gas buang melewati katalisator, reaksi kimia terjadi berupa penghilngan beberapa kandungan atau senyawa yang berbahaya, seperti hidrokarbon (HC). Alhasil, gas buang yang keluar dari knalpot bisa lebih bersih. 
 
"Sensor katalis biasa terdapat di mobil-mobil yang menganut sistem closed loop. Kalau mobil memiliki 02 sensor berarti masuk kategori close loop. Jika tidak ada 02 sensor berarti masuk dalam kategori open loop. Nantinya ECU pada injeksi closed loop menerima input dari sensor tersebut," kata Fahmi kepada Medcom.id di Bekasi, Kamis (8/8/2019).
 
Sayangnya masih banyak pemilik mobil yang tidak paham tentang fungsi komponen yang satu ini. Bahkan sebagian dari pemilik malah memangkas bawaan standar pabrikan. Komponen ini punya usia pakai dan kemampuannya bisa menurun. Bila diukur berdasarkan lamanya mesin hidup berdasarkan jarak, maka usianya bisa saja lebih pendek. 
 
"Kalau sensor katalis ini rusak bisa menyebabkan pembacaan ECU jadi error, bisa-bisa bensin jadi boros atau tarikan boyo. Kebanyakan pemilik tidak mengaggap remeh komponen ini, jadi kalau rusak banyak yang dibobok dan dibuang, tidak diganti yang baru karena harganya cukup mahal, sekitar Rp2,5 juta sampai Rp4 jutaan." pungkas Fahmi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan