DKI Jakarta: Radiator memiliki peran vital dalam menjaga suhu mesin tetap stabil, baik pada mobil bermesin bensin, diesel, hingga hybrid. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan suhu lingkungan tinggi, kinerja radiator menjadi semakin krusial untuk mencegah mesin mengalami overheat.
Sistem pendingin ini bekerja secara terus-menerus untuk menyerap dan membuang panas dari mesin, seperti diinfokan oleh Auto2000. Jika terjadi gangguan, performa kendaraan dapat menurun bahkan berisiko kerusakan serius.
Cara Kerja Radiator
Radiator bekerja melalui sirkulasi cairan pendingin (coolant) yang mengalir di dalam sistem mesin. Berikut prosesnya:
Coolant mengalir ke water jacket untuk menyerap panas mesin
Cairan panas dibawa menuju radiator melalui upper tank
Panas dilepas di radiator core dengan bantuan aliran udara dari depan mobil
Kipas radiator membantu membuang panas dari sistem
Coolant yang sudah dingin kembali bersirkulasi ke mesin
Proses ini berlangsung secara berkelanjutan untuk menjaga suhu mesin tetap ideal selama kendaraan digunakan.
Baca Juga:
Inovasi Wuling di Sektor Mobil Listrik Semakin Lengkap
Penyebab Radiator Rusak
Beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan radiator bermasalah antara lain:
1. Radiator kotor dan tersumbat
Endapan kotoran atau korosi dapat menghambat aliran coolant, biasanya akibat penggunaan cairan yang tidak sesuai.
2. Water pump rusak
Kerusakan impeller atau kebocoran dapat mengurangi sirkulasi cairan pendingin.
3. Thermostat bermasalah
Komponen ini berfungsi mengatur suhu, sehingga kerusakan akan mengganggu aliran coolant.
4. Fan belt putus atau aus
Jika putus, water pump tidak dapat bekerja sehingga sirkulasi pendinginan terhenti.
Baca Juga:
Mobil Bekas untuk Perempuan yang Irit dan Nyaman
Tanda-tanda Radiator Bermasalah
Pemilik kendaraan perlu mengenali gejala awal kerusakan radiator, di antaranya:
Cairan pendingin cepat habis: Biasanya disebabkan kebocoran pada sistem pendingin.
Selang radiator bocor: Tekanan tinggi akibat sumbatan bisa memicu kebocoran.
Air menetes di bawah mobil: Indikasi adanya kebocoran pada radiator atau sambungan.
Permukaan radiator berkarat: Korosi dapat dilihat dengan bantuan senter di area radiator.
Tutup radiator berlumpur: Endapan kotoran menandakan coolant jarang diganti.
Indikator suhu mesin naik: Menjadi tanda paling jelas adanya gangguan pada sistem pendingin.
”Kami siap membantu pengecekan radiator mobil pelanggan lewat servis berkala di bengkel atau bisa juga home service, jadi bisa service nyaman di rumah atau di kantor,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
DKI Jakarta: Radiator memiliki peran vital dalam menjaga suhu mesin tetap stabil, baik pada
mobil bermesin bensin, diesel, hingga hybrid. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan suhu lingkungan tinggi, kinerja radiator menjadi semakin krusial untuk mencegah mesin mengalami
overheat.
Sistem pendingin ini bekerja secara terus-menerus untuk menyerap dan membuang panas dari mesin, seperti diinfokan oleh Auto2000. Jika terjadi gangguan, performa kendaraan dapat menurun bahkan berisiko kerusakan serius.
Cara Kerja Radiator
Radiator bekerja melalui sirkulasi cairan pendingin (coolant) yang mengalir di dalam sistem mesin. Berikut prosesnya:
- Coolant mengalir ke water jacket untuk menyerap panas mesin
- Cairan panas dibawa menuju radiator melalui upper tank
- Panas dilepas di radiator core dengan bantuan aliran udara dari depan mobil
- Kipas radiator membantu membuang panas dari sistem
- Coolant yang sudah dingin kembali bersirkulasi ke mesin
Proses ini berlangsung secara berkelanjutan untuk menjaga suhu mesin tetap ideal selama kendaraan digunakan.
Penyebab Radiator Rusak
Beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan radiator bermasalah antara lain:
1. Radiator kotor dan tersumbat
Endapan kotoran atau korosi dapat menghambat aliran coolant, biasanya akibat penggunaan cairan yang tidak sesuai.
2. Water pump rusak
Kerusakan impeller atau kebocoran dapat mengurangi sirkulasi cairan pendingin.
3. Thermostat bermasalah
Komponen ini berfungsi mengatur suhu, sehingga kerusakan akan mengganggu aliran coolant.
4. Fan belt putus atau aus
Jika putus, water pump tidak dapat bekerja sehingga sirkulasi pendinginan terhenti.
Tanda-tanda Radiator Bermasalah
Pemilik kendaraan perlu mengenali gejala awal kerusakan radiator, di antaranya:
- Cairan pendingin cepat habis: Biasanya disebabkan kebocoran pada sistem pendingin.
- Selang radiator bocor: Tekanan tinggi akibat sumbatan bisa memicu kebocoran.
- Air menetes di bawah mobil: Indikasi adanya kebocoran pada radiator atau sambungan.
- Permukaan radiator berkarat: Korosi dapat dilihat dengan bantuan senter di area radiator.
- Tutup radiator berlumpur: Endapan kotoran menandakan coolant jarang diganti.
- Indikator suhu mesin naik: Menjadi tanda paling jelas adanya gangguan pada sistem pendingin.
”Kami siap membantu pengecekan radiator mobil pelanggan lewat servis berkala di bengkel atau bisa juga home service, jadi bisa service nyaman di rumah atau di kantor,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)