DKI Jakarta: Memasuki musim kemarau 2026, suhu udara di berbagai wilayah Indonesia meningkat dengan paparan panas yang lebih intens, terutama pada siang hari. Kondisi ini membuat kabin mobil lebih cepat panas, khususnya saat kendaraan terparkir di ruang terbuka. Dampaknya, sistem pendingin udara atau air conditioner (AC) harus bekerja lebih keras untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, dimulai sejak April dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Cuaca yang lebih kering dan berdebu turut memengaruhi kinerja AC, terutama pada komponen penting yang sering diabaikan, yakni filter AC.
“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC. Oleh karena itu, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang,” ujar Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, melalui keterangan resminya.
Secara teknis, filter AC berfungsi sebagai penyaring utama untuk menjaga kualitas udara sebelum masuk ke sistem pendingin. Udara panas yang ditarik blower akan melewati filter sebelum menuju evaporator. Proses ini penting untuk mencegah penumpukan kotoran di dalam sistem AC.
Baca Juga:
Mobil Bekas Ini Wajib Diperhitungkan buat Perempuan yang Mau Irit dan Nyaman
Filter AC memiliki beberapa jenis material dengan fungsi berbeda. Material kertas atau serat non-woven umumnya digunakan sebagai standar untuk menyaring debu dan partikel besar. Sementara itu, carbon active mampu menyerap bau dan gas polutan, serta material elektrostatik yang efektif menangkap partikel halus menggunakan muatan statis.
Mayoritas kendaraan, termasuk mobil Suzuki, menggunakan filter berbahan kertas atau serat non-woven karena dinilai ringan, efektif, tahan lama, dan lebih efisien dari sisi biaya perawatan.
Seiring meningkatnya debu saat musim kemarau, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan filter AC setiap 5.000 hingga 10.000 km. Gejala filter yang mulai kotor antara lain hembusan AC melemah, muncul bau debu saat AC dinyalakan, hingga kaca mobil mudah berembun akibat sirkulasi udara terganggu.
Jika kondisi ini diabaikan, risiko kerusakan dapat meningkat. Debu yang menumpuk bisa merusak evaporator, meningkatkan beban kerja kompresor, hingga memicu gangguan kesehatan akibat bakteri dan jamur di dalam kabin.
Baca Juga:
Yadea Buktikan Motor Listrik Bisa Dipakai Bandung–Bogor Tanpa Ngecas
Pengecekan filter AC dapat dilakukan secara mandiri, karena umumnya terletak di belakang glove box. Namun, filter berbahan kertas tidak disarankan untuk dicuci karena dapat merusak struktur penyaring.
Suzuki menyarankan penggunaan suku cadang resmi untuk menjaga kualitas dan presisi pemasangan. Saat ini, lebih dari 239 bengkel resmi Suzuki di Indonesia siap memberikan layanan pemeriksaan AC secara menyeluruh, termasuk melalui pemesanan layanan via aplikasi My Suzuki.
“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul. Melalui penggantian filter AC secara tepat waktu, pelanggan dapat memastikan kenyamanan sirkulasi udara optimal sekaligus menghindari potensi perbaikan lebih besar di kemudian hari,” tutup Hariadi.
DKI Jakarta: Memasuki
musim kemarau 2026, suhu udara di berbagai wilayah Indonesia meningkat dengan paparan panas yang lebih intens, terutama pada siang hari. Kondisi ini membuat kabin mobil lebih cepat panas, khususnya saat kendaraan terparkir di ruang terbuka. Dampaknya, sistem pendingin udara atau
air conditioner (AC) harus bekerja lebih keras untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, dimulai sejak April dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Cuaca yang lebih kering dan berdebu turut memengaruhi kinerja AC, terutama pada komponen penting yang sering diabaikan, yakni filter AC.
“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC. Oleh karena itu, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang,” ujar Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, melalui keterangan resminya.
Secara teknis, filter AC berfungsi sebagai penyaring utama untuk menjaga kualitas udara sebelum masuk ke sistem pendingin. Udara panas yang ditarik blower akan melewati filter sebelum menuju evaporator. Proses ini penting untuk mencegah penumpukan kotoran di dalam sistem AC.
Filter AC memiliki beberapa jenis material dengan fungsi berbeda. Material kertas atau serat non-woven umumnya digunakan sebagai standar untuk menyaring debu dan partikel besar. Sementara itu, carbon active mampu menyerap bau dan gas polutan, serta material elektrostatik yang efektif menangkap partikel halus menggunakan muatan statis.
Mayoritas kendaraan, termasuk mobil Suzuki, menggunakan filter berbahan kertas atau serat non-woven karena dinilai ringan, efektif, tahan lama, dan lebih efisien dari sisi biaya perawatan.
Seiring meningkatnya debu saat musim kemarau, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan filter AC setiap 5.000 hingga 10.000 km. Gejala filter yang mulai kotor antara lain hembusan AC melemah, muncul bau debu saat AC dinyalakan, hingga kaca mobil mudah berembun akibat sirkulasi udara terganggu.
Jika kondisi ini diabaikan, risiko kerusakan dapat meningkat. Debu yang menumpuk bisa merusak evaporator, meningkatkan beban kerja kompresor, hingga memicu gangguan kesehatan akibat bakteri dan jamur di dalam kabin.
Pengecekan filter AC dapat dilakukan secara mandiri, karena umumnya terletak di belakang glove box. Namun, filter berbahan kertas tidak disarankan untuk dicuci karena dapat merusak struktur penyaring.
Suzuki menyarankan penggunaan suku cadang resmi untuk menjaga kualitas dan presisi pemasangan. Saat ini, lebih dari 239 bengkel resmi Suzuki di Indonesia siap memberikan layanan pemeriksaan AC secara menyeluruh, termasuk melalui pemesanan layanan via aplikasi My Suzuki.
“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul. Melalui penggantian filter AC secara tepat waktu, pelanggan dapat memastikan kenyamanan sirkulasi udara optimal sekaligus menghindari potensi perbaikan lebih besar di kemudian hari,” tutup Hariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)