Etika berkendara dalam kondisi macet, pahami hal ini. medcom
Etika berkendara dalam kondisi macet, pahami hal ini. medcom

Pahami Etika Berkendara di Kondisi Macet, Jangan Asal Slasap-Slusup!

Ahmad Garuda • 15 September 2026 12:41
Ringkasnya gini..
  • Berkendara di kondisi lalu lintas yang macet, tentu memerlukan etika yang baik.
  • Sebaiknya kita pahami juga bahwa semua orang ingin berada dalam kondisi lancar di perjalanan.
  • Namun jika kondisinya macet, tentu Sobat Medcom wajib punya etika yang baik.
Jakarta - Berkendara di kondisi lalu lintas yang macet, tentu memerlukan etika yang baik. Sebaiknya kita pahami juga bahwa semua orang ingin berada dalam kondisi lancar di perjalanan. Namun jika kondisinya macet, tentu Sobat Medcom wajib punya etika yang baik. 

Instruktur Safety Defensive Consulting Indonesia, Sony Susmana beberapa waktu lalu mengatakan bahwa berkendara di semua kondisi wajib punya etika. Tidak boleh asal slasap-slusup, lantaran itu bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. 

"Sebaiknya pahami etika saat berkendara di jalan umum, terlebih dalam kondisi macet. Di mana semua orang tentunya ingin jalannya lancar. Namun jika sudah berada di dalam kondisi ini, ya harus tetap menjaga keselamatan di jalan bersama," ujar Sony. 

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat kondisi macet:

1. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda
Pastikan untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Jarak aman yang dimaksud adalah jarak yang sekiranya memberi Anda cukup waktu untuk bereaksi jika terjadi rem mendadak. Umumnya, waktu yang cukup adalah sekitar 3 detik. Jadi, pastikan ada selang waktu sekitar 3 detik bagi kendaraan Sobat untuk mencapai titik yang sebelumnya ditempati kendaraan di depan.

Baca Juga:
Honda CT125 Dapat Warna Baru, Harga Rp83,5 Juta


2. Beri tanda saat akan berpindah jalur
Jika ingin berpindah jalur, perlu memberikan tanda dengan menggunakan lampu sein. Lampu sein di sini berguna untuk membuat pengemudi di sekitar Anda mengetahui niat Anda untuk berpindah jalur. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan membuat lalu lintas berjalan lebih teratur.

3. Memindahkan transmisi pada posisi netral & gunakan hand brake saat berhenti lama
Jika dalam kemacetan parah dan diperkirakan akan berhenti untuk waktu cukup lama, maka gunakanlah hand brake atau rem tangan. Hand brake akan membantu mobil berhenti lebih terjamin. 

Namun, jika kemacetan yang terjadi sangat parah sehingga mobil harus berhenti lama, maka gunakan posisi N lalu gunakan hand brake. Hal ini untuk membuat mobil berhenti tanpa Anda harus terus-menerus menginjak pedal rem. Anda juga bisa menggunakan fitur Automatic Vehicle Holding (AVH) untuk mengemudi dengan aman dan nyaman.

4. Hindari berhenti mendadak
Saat lalu lintas sedang padat merayap, hindari untuk berhenti mendadak karena dapat meningkatkan risiko tabrakan dari belakang. Sebaiknya, saat Sobat ingin berhenti, kurangi kecepatan secara bertahap dengan mengurangi tekanan pada pedal gas. Hal ini akan membuat pengemudi di belakang Anda memiliki waktu untuk bereaksi.

Baca Juga:
Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Januari–Agustus 2026


5. Gunakan gigi rendah
Saat berkendara di jalan macet menggunakan mobil transmisi manual, terutama saat kendaraan bergerak secara perlahan, sebaiknya gunakan gigi rendah. Gigi rendah yang dimaksud umumnya gigi 1 atau 2. Gunakan gigi 1 jika macet yang terjadi cukup parah. 

6. Hindari penggunaan setengah kopling
Bagi Sobat pengguna mobil transmisi manual, mungkin kerap mempertanyakan bagaimana cara menggunakan kopling mobil di tanjakan dan jalan macet? Jika Anda mengemudi di kemacetan menggunakan mobil manual, sebaiknya hindari menggunakan setengah kopling. 

Hal ini tentunya dapat membuat kampas kopling cepat aus dan timbul bau seperti benda terbakar. Bahkan, pada kasus tertentu dapat membuat mobil menjadi mogok dan tidak bisa berjalan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan setengah kopling.

7. Jaga emosi saat berkendara
Ketika berkendara, pengemudi harus bisa menjaga emosi tetap stabil, terutama saat berkendara di jalanan yang macet. Kemacetan memang bisa menjadi pemicu stress dan emosi bagi pengemudi. Oleh karena itu, menjaga emosi di balik kemudi merupakan hal wajib yang harus dipatuhi pengendara.

8. Gunakan fitur Traffic Jam Assistance
Anda mungkin pernah melalui jalanan macet yang menurun, atau menanjak. Misalnya, seperti saat berkendara di kawasan wisata Puncak, Bogor. Ketika melalui jalanan seperti ini, sebaiknya perhatikan dengan seksama kondisi jalan agar selalu siaga menghadapi medan di depan Anda. Gunakan kecepatan rendah dan selalu stand by untuk menginjak rem.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan