Jakarta: Istilah inreyen atau break-in kini mulai jarang terdengar di kalangan pengguna mobil muda. Namun, proses ini sejatinya tetap relevan untuk memastikan performa kendaraan baru tetap optimal dalam jangka panjang, termasuk pada mobil modern dan hybrid.
Secara umum, inreyen merupakan fase penyesuaian awal komponen mesin, sistem transmisi, hingga rem pada mobil baru. Tujuannya agar komponen seperti piston dan silinder dapat beradaptasi secara presisi sebelum digunakan secara intensif.
Auto2000 menegaskan masa adaptasi kendaraan tetap diperlukan, meskipun teknologi manufaktur otomotif saat ini semakin canggih.
“Inreyen sendiri sebernarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru Toyota termasuk Hybrid EV yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Leapmotor Bakal Masuk Indonesia di Bawah Indomobil Group
Perkembangan material dan proses produksi membuat komponen mobil modern lebih presisi, sehingga gesekan antar komponen dapat ditekan dan potensi keausan berkurang. Kualitas oli, brake fluid, hingga radiator fluid pun semakin baik. Hal inilah yang membuat sebagian orang beranggapan inreyen tidak lagi diperlukan.
Meski demikian, masa adaptasi tetap dianjurkan, minimal hingga satu bulan pertama atau 1.000 km pemakaian. Tahapan ini penting agar mobil dapat menyesuaikan diri dengan pola penggunaan dan kondisi lingkungan, sekaligus mendeteksi potensi kendala sejak dini.
Pengemudi disarankan untuk tidak memacu kendaraan secara agresif pada periode awal. Pada 500 km pertama, hindari hard braking guna menjaga komponen rem. Hingga 1.000 km, sebaiknya tidak melakukan akselerasi mendadak, mengemudi dalam kecepatan tinggi, atau membawa beban berlebih.
Sisi Positif Masa Inreyen
Bagi pengemudi, masa inreyen juga menjadi fase adaptasi untuk memahami karakter mobil dan mempelajari fitur yang tersedia. Beberapa model terbaru telah dibekali teknologi keselamatan aktif Toyota Safety Sense (TSS) serta fitur Panoramic View Monitor yang mendukung visibilitas dan keamanan berkendara.
Baca Juga:
Nissan Gravite, MPV 7-Seater yang Lahir di India
Pemilik kendaraan dianjurkan memanfaatkan satu bulan pertama untuk memantau kondisi ban, cairan kendaraan, serta indikator pada panel instrumen. Gejala seperti suara mesin kasar atau respons pengereman yang kurang optimal perlu segera ditindaklanjuti.
Servis Berkala 1.000 Km dan Garansi
Lebih dari sekadar inreyen, memastikan seluruh komponen berfungsi optimal melalui servis berkala menjadi hal krusial. Auto2000 menyediakan servis satu bulan pertama tanpa biaya.
Teknisi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada mesin, sasis, dan bodi kendaraan. Pemeriksaan ini penting karena meski mobil masih baru dan presisi, interaksi antar komponen serta faktor lingkungan dapat memengaruhi kinerja.
Servis berkala juga menjadi syarat untuk menjaga validitas garansi kendaraan. Klaim kerusakan tidak dapat diproses apabila pemilik lalai melakukan servis satu bulan pertama.
Untuk mobil hybrid, pemeriksaan mencakup sistem elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai beserta komponen pendukungnya. Jika ditemukan kerusakan yang termasuk dalam cakupan garansi dan bukan akibat kesalahan penggunaan, penggantian suku cadang akan dilakukan tanpa biaya.
Jakarta: Istilah
inreyen atau break-in kini mulai jarang terdengar di kalangan pengguna mobil muda. Namun, proses ini sejatinya tetap relevan untuk memastikan performa kendaraan baru tetap optimal dalam jangka panjang, termasuk pada mobil modern dan
hybrid.
Secara umum, inreyen merupakan fase penyesuaian awal komponen mesin, sistem transmisi, hingga rem pada mobil baru. Tujuannya agar komponen seperti piston dan silinder dapat beradaptasi secara presisi sebelum digunakan secara intensif.
Auto2000 menegaskan masa adaptasi kendaraan tetap diperlukan, meskipun teknologi manufaktur otomotif saat ini semakin canggih.
“Inreyen sendiri sebernarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru Toyota termasuk Hybrid EV yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
Perkembangan material dan proses produksi membuat komponen mobil modern lebih presisi, sehingga gesekan antar komponen dapat ditekan dan potensi keausan berkurang. Kualitas oli, brake fluid, hingga radiator fluid pun semakin baik. Hal inilah yang membuat sebagian orang beranggapan inreyen tidak lagi diperlukan.
Meski demikian, masa adaptasi tetap dianjurkan, minimal hingga satu bulan pertama atau 1.000 km pemakaian. Tahapan ini penting agar mobil dapat menyesuaikan diri dengan pola penggunaan dan kondisi lingkungan, sekaligus mendeteksi potensi kendala sejak dini.
Pengemudi disarankan untuk tidak memacu kendaraan secara agresif pada periode awal. Pada 500 km pertama, hindari hard braking guna menjaga komponen rem. Hingga 1.000 km, sebaiknya tidak melakukan akselerasi mendadak, mengemudi dalam kecepatan tinggi, atau membawa beban berlebih.
Sisi Positif Masa Inreyen
Bagi pengemudi, masa inreyen juga menjadi fase adaptasi untuk memahami karakter mobil dan mempelajari fitur yang tersedia. Beberapa model terbaru telah dibekali teknologi keselamatan aktif Toyota Safety Sense (TSS) serta fitur Panoramic View Monitor yang mendukung visibilitas dan keamanan berkendara.
Pemilik kendaraan dianjurkan memanfaatkan satu bulan pertama untuk memantau kondisi ban, cairan kendaraan, serta indikator pada panel instrumen. Gejala seperti suara mesin kasar atau respons pengereman yang kurang optimal perlu segera ditindaklanjuti.
Servis Berkala 1.000 Km dan Garansi
Lebih dari sekadar inreyen, memastikan seluruh komponen berfungsi optimal melalui servis berkala menjadi hal krusial. Auto2000 menyediakan servis satu bulan pertama tanpa biaya.
Teknisi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada mesin, sasis, dan bodi kendaraan. Pemeriksaan ini penting karena meski mobil masih baru dan presisi, interaksi antar komponen serta faktor lingkungan dapat memengaruhi kinerja.
Servis berkala juga menjadi syarat untuk menjaga validitas garansi kendaraan. Klaim kerusakan tidak dapat diproses apabila pemilik lalai melakukan servis satu bulan pertama.
Untuk mobil hybrid, pemeriksaan mencakup sistem elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai beserta komponen pendukungnya. Jika ditemukan kerusakan yang termasuk dalam cakupan garansi dan bukan akibat kesalahan penggunaan, penggantian suku cadang akan dilakukan tanpa biaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)