Tutup pentil biasa yang terhubung dengan ban dalam (kiri) dan pentil ban independen di ban tubeless. Medcom.id
Tutup pentil biasa yang terhubung dengan ban dalam (kiri) dan pentil ban independen di ban tubeless. Medcom.id

Tips Knowledge

Jangan Anggap Enteng Peran Pentil Ban

Otomotif tips mobil tips motor tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 10 Februari 2020 09:38
Jakarta: Tutup pentil ban merupakan komponen yang acap dipandang sebelah mata. Ternyata tidak. Walaupun tutup pentil terlihat kecil dan sepele, tapi punya tugas yang cukup vital.
 
"Penjelasannya seperti ini, pada pentil ban terdapat inside core sebagai 'pintu' keluar-masuk angin, inside core sendiri dilengkapi dengan per. Ketika tak ada tutup pentil, kotoran seperti pasir, tanah, kerikil kecil akan masuk. Terlebih saat ini mulai masuk musim hujan, kotoran yang mengering akan mengeras dan secara tak langsung menekan inside core, sehingga terjadi kebocoran angin secara halus," beber Department Head Technical Service PT Gajah Tunggal Tbk, Ign Dwi Triono di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Risiko ban kurang angin memang tak akan begitu terasa ketika kendaraan melaju pada kecepatan rendah. Namun bahaya mengintai ketika dipacu dalam kecepatan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika melaju kencang ban akan ber-defleksi, efek defleksi mengakibatkan benang dan jaringan struktur ban jadi fatigue, benang dan jaringan struktur ban bisa putus dan ban pun akan pecah. "Akibatnya bisa menyebabkan kecelakaan parah," wanti pria ramah ini.
 
Tutup pentil juga tak boleh sembarangan asal pakai karena ada standar spesifikasi tertentu. Pastikan ada sil karet pada tutup pentil, kemudian ukuran dan ulir harus pas. Mengenai tutup pentil aksesoris tak masalah dipakai, asalkan bentuk dalamnya sesuai standar.
 
Untuk diketahui, pentil dibagi dalam dua jenis, yakni pentil yang terintegrasi dengan ban dalam, kemudian pentil independent yang biasa dipakai pada ban tubeless. Untuk pentil khusus ban tubeless saat ini semua yang beredar masih impor, karena pabrikan lokal belum ada yang produksi pentil jenis ini.
 
"Kalau pentil ban tidak ditutup, nanti ada debu yang masuk ke dalam. Serpihan debu itu yang nantinya masuk ke dalam dan mengganggu kinerja pentil ban, sehingga angin yang ada di dalam ban perlahan keluar," jelas Dwi lagi.
 
Disarankan, agar setiap sesudah mengisi angin, untuk selalu memperhatikan tutup pentil ban agar terpasang dengan baik. Jika pentil sudah lama terbuka, segera ganti komponen di dalam pentil ban atau sekaligus mengganti pentil bannya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif