Mengganti oli jangan di tempat yang berdebu atau kotor. Pep service center
Mengganti oli jangan di tempat yang berdebu atau kotor. Pep service center

Pelumas Mobil yang Terawat Tidak Terkontaminasi

Otomotif oli mobil tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 23 Maret 2019 11:34
Jakarta: Pelumas berfungsi melindungi bagian mesin. Namun untuk mendapatkan performa mesin yang prima, harus didukung pula dengan pelumas atau oli kendaraan yang baik dan utamanya oli yang dirawat.
 
"Menjaga performa mesin tetap prima itu bertahap. Di mulai dari pemilihan oli sebelum dipakai. Oli yang disimpan di tempat yang baik, terhindar dari panas dan debu, membuat oli itu awet jika dibandingkan dengan yang tidak tersimpan baik. Itu langkah pertama untuk mendapatkan performance oli yang bagus," kata Commercial Sales General Manager ExxonMobil Lubricants Indonesia, Alfin Kurniadi saat berbincang dengan Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Kemudian adalah perawatan mesin. Perawatan mesin yang tidak baik, kemungkinan mesin tidak perform karena ada kebocoran bahan bakar yang masuk ke dalam oli. Contohnya mesin diesel yang sistem injektornya (pembakarannya) harus disetel biar tidak ngocor (kencing).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kalau injektornya bagus dan sistem pengabutan/pembakarannya sempurna maka tidak terjadi kerak di dalam mesin, sehingga olinya bisa jadi lebih awet karena tidak terkontaminasi dengan bahan bakar yang tidak terbakar atau yang terkena karbon.
 
Pelumas Juga Perlu Mendapat Perawatan
Pelumas Mobil yang Terawat Tidak Terkontaminasi
"Kalau kencing itu kan berarti ngocor dan bahan bahakr yang tidak terbakar bisa masuk mesin, Kalau tidak tenjadi pengabutan dengan sempurna maka akan terjadi arang. Arang itu karbon, kalau karbonnya banyak masuk ke dalam mesin maka oli cepat hitam," tambahnya.
 
Perawatan mesin juga mempengaruhi terhadap pelumas tadi. Pada prinsipnya perawatan oli untuk mesin diesel dan bensin sama, harus dicegah dari kontaminasi.
 
Lebih lanjut Alfin menerangkan, jika musuh utama pelumas atau oli ada dua, yakni panas berlebih dan debu maupun air. Untuk itu disarankan agar selalu menjaga menjaga kondisi temperatur mesin tetap itu stabil sesuai dengan manual book, untuk membuat oli tidak terkena panas yang berlebih. Termasuk menjaga sistem pendingin mesin.
 
Kemudian contoh mencegah dari kontaminasi, adalah jangan biarkan mesin diam terlalu lama. Jangan biarkan mobil tidak dipakai terlalu lama. Untuk itu mobil yang tidak sering jalan, disarankan menghidupkan mesin minimal dua minggu sekali, sekitar 5 sampai 10 mesin agar bersirkulasi.
 
"Mobil yang tidak lama dipakai biasanya akan terjadi pemgembunan di dalam tangki bensin. Kalau di dalam tangki banyak uap dan menjadi air maka bisa tercampur dengan bahan bakar. Maka saat pembakaran air yang tercampur di bahan bakar tadi otomatis tercampur oli, itu yang bisa merusak mesin," tutupnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif