Slalom bisa jadi acuan untuk menguji kelincahan sebuah mobil, ketangkasan berkendara sekaligus safety driving. medcom.id/Ahmad Garuda
Slalom bisa jadi acuan untuk menguji kelincahan sebuah mobil, ketangkasan berkendara sekaligus safety driving. medcom.id/Ahmad Garuda

Meliuk di Slalom, Uji Kelincahan dan Safety Driving

Otomotif safety driving road safety honda mobil tips knowledge
Ahmad Garuda • 21 Maret 2019 07:31
Jakarta: Ajang slalom, dalam dunia otomotif dianggap sebagai adu ketangkasan berkendara mobil dengan melewati beberapa kun (cone) sebagai acuannya. Dalam adu ketangkasan ini, dihitung waktu tercepat mulai dari saat lampu hijau menyala, hingga posisi mobi masuk ke garis finis.
 
Fungsi lain slalom bukan hanya adu ketangkasan berkendara dan kompetisi dalam olahraga otomotif. Namun juga berfungsi sebagai sarana belajar keselamatan berkendara adalah safety driving. Dikatakan oleh pembalap nasional yaitu Alvin Bahar, bahwa slalom akan membiasakan seorang pengendara untuk melakukan respon cepat saat dibutuhkan dalam berkendara sehari-hari.
 
"Iya itu benar. Ketika Anda terbiasa berkendara dengan respon cepat, maka ini akan jadi kebiasaan yang akan terbawa saat Anda berkendara dalam keseharian. Tapi bukan berarti Anda harus berkendara cepat di jalan raya ya, ini hanya untuk melatih refleks saja," klaim Alvin dalam keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meliuk di Slalom, Uji Kelincahan dan Safety Driving
 
Lalu hal lain yang juga tak kalah pentingnya dalam slalom, biasanya digunakan sebagai wadah untuk membuktikan performa sebuah kendaraan. Seperti yang dilakukan Honda Prospect Motor saat memberikan kesempatan untuk slalom test di parking area Sirkuit Sentul, Bogor pada Rabu (20/3/2019).
 
Menurut Marketing Director & Aftersales Service PT HPM, Jonfis Fandy, bahwa ajang ini adalah sebagai sebuah metode yang mereka lakukan untuk membuktikan kelincahan mobil kompak berdimensi kecil itu.
 
"Kami ingin memberikan gambaran tentang performa dan agilitas (kelincahan) mobil ini. Dengan cara slalom seperti inilah, Anda bisa merasakan performa terbaiknya," ujar Jonfis di kesempatan yang sama.
 
Alvin yang didaulat sebagai duta Honda untuk ajang ini, pun mengaku bahwa terdapat perbedaan besar soal driving feeling di Brio generasi kedua ini dibandingkan dengan Brio generasi pertama. Terutama soal stabiilitas berkendara.
 
"Stabilitas berkendara ini lahir karena jarak antara sumbu roda dibuat lebih panjang. Sehingga mobil ini tak lagi lebih liar dan tidak gampang ngepot (kehilangan traksi roda belakang). Intinya mobil ini lebih nurut, meski harus dipaksa melakukan slalom," pungkas Alvin.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif