NEWSTICKER
Ilustrasi. Wahana Honda
Ilustrasi. Wahana Honda

Tips Knowledge

Trik Menghindari Montir Motor 'Nakal'

Otomotif tips motor perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 28 Februari 2020 09:29
Jakarta: Idealnya, kondisi motorsemakin prima setelah selesai diservis di bengkel motor. Namun bisa aja sebalikna, motor malah jadi tidak enak dipakai, padahal sudah diservis. Kalau pernah mengalaminya, Anda sebaiknya ekstra hati-hati waspada saat sedang servis di bengkel motor. Bisa jadi ada oknum montir nakal di bengkel tempat Andaservis motor.
 
Untuk terhindar dari praktek tersebut, berikut ciri-ciri bengkel motor “nakal” seperti dilansir laman Wahana Honda.
 
1. Tidak memberikan penjelasan detail mengenai kondisi motor
Montir yang baik akan menjelaskan tentang kondisi motor yang perlu diservis, serta merekomendasikan perawatan maupun penggantian suku cadang yang memang diperlukan. Anda juga diharapkan aktif bertanya tentang kondisi motor. Jika montir tidak juga memberikan jawaban yang jelas dan memuaskan, maka waspada terhadap niat buruk di baliknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Meminta banyak penggantian suku cadang
Montir “nakal” biasanya akan meminta banyak penggantian suku cadang ketika Anda hanya perlu untuk servis berkala. Tak jarang oknum montir ini menakuti pelanggan biar setuju untuk mengganti suku cadang, yang sebenarnya masih dalam kondisi baik. Yang lebih bahaya, ada montir “nakal” yang tak segan-segan melakukan penggantian suku cadang motor tanpa persetujuan pelanggan.
 
3. Tidak menunjukkan kerusakan pada sparepart yang lama
Dalam standard operating procedure (SOP) yang benar, montir harus meminta persetujuan pemilik motor, sebelum mengganti suku cadang apapun. Kalau Anda terlambat menyadari adanya penggantian suku cadang, segera minta penjelasan tentang kerusakan sparepart yang lama dari montir. Kalau montir tidak bisa menunjukkan kerusakan tersebut, sebaiknya Ana semakin waspada!
 
4. Menawarkan suku cadang dari merek yang tidak pernah kamu dengar
Modus lain yang dijalankan montir “nakal” adalah dengan menawarkan suku cadang motor dari merek yang entah dari mana asalnya. Sebisa mungkin kamu tolak tawaran ini. Sebaiknya gunakan suku cadang orisinil dengan merek yang sudah terkenal akan kualitasnya.
 
5. Menawarkan suku cadang dengan harga yang tidak wajar
Harga sparepart yang kelewat murah memang menggoda isi kantong. Namun kalau performa motor jadi taruhannya, sebaiknya Anda pikir dua kali. Jangan sampai ada masalah pada motor di kemudian hari akibat suku cadang yang direkomendasikan montir “nakal”.
 
6. Meminta kamu untuk meninggalkan motor di bengkel
Apabila tidak ada kerusakan besar yang memaksa motor harus menginap di bengkel, sebaiknya tidak meninggalkannya di bengkel. Dengan tetap menjaga motor selama servis berlangsung, Anda bisa mengawasi montir yang sedang menangani motor. Jadi, risiko “kenakalan” oknum montir pun bisa diminimalisir.
 
7. Pilih bengkel motor tepercaya untuk servis
Agar terhindar dari praktik culas oknum montir, sebaiknya Anda memilih bengkel motor resmi atau yang sudah tepercaya. Jika ingin membanding-bandingkan harga, perawatan motor di bengkel resmi tentu lebih memberikan jaminan, dibandingkan dengan bengkel abal-abal yang malah membuat isi kantong Anda terkuras.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif