Chery battery Rhino. Chery
Chery battery Rhino. Chery

7 Kebiasaan Buruk Pemilik Mobil Listrik yang Bikin Baterai Cepat Rusak

Ekawan Raharja • 15 September 2026 17:26
Ringkasnya gini..
  • Terlalu sering fast charging, mengisi baterai 100 persen, dan membiarkan baterai kosong bisa mempercepat penurunan kinerja baterai EV.
  • Pemilik mobil listrik perlu menghindari suhu ekstrem, tegangan listrik tidak stabil, serta kebiasaan mengisi daya tanpa jadwal teratur.
  • Akselerasi mendadak juga perlu dihindari karena meningkatkan konsumsi energi dan memberi beban lebih pada sistem penggerak mobil listrik.
DKI Jakarta: Baterai merupakan komponen utama pada mobil listrik karena menjadi sumber energi untuk menggerakkan kendaraan. Sama seperti komponen lainnya, baterai memiliki usia pakai dan dapat mengalami penurunan kinerja apabila tidak dirawat dengan baik.

Karena itu, pemilik mobil listrik perlu memahami sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar baterai tetap bekerja optimal dan memiliki usia pakai lebih panjang.

Kebiasaan seperti terlalu sering mengisi daya hingga 100 persen, mengandalkan fast charging, hingga membiarkan baterai kosong dalam waktu lama dapat memberikan beban tambahan terhadap baterai.

Menurut situs resmi Chery, ada tujuh kebiasaan yang perlu dihindari pemilik mobil listrik agar baterai tetap awet.

1. Terlalu Sering Mengisi Daya hingga 100 Persen

Mengisi daya hingga penuh memang memberikan jarak tempuh maksimal. Namun, pengisian baterai secara penuh secara terus-menerus dapat memberikan tekanan lebih pada sel baterai.

Sebaliknya, membiarkan baterai hingga benar-benar kosong juga tidak dianjurkan. Menjaga kapasitas baterai pada rentang 20-80 persen dapat membantu mengurangi beban kerja sel baterai dan memperlambat degradasi.

Baca Juga:
Honda CT125 Dapat Warna Baru, Harga Rp83,5 Juta


Pemilik mobil listrik juga dapat mengatur batas maksimum pengisian pada kisaran 80-90 persen untuk penggunaan sehari-hari.

2. Terlalu Sering Menggunakan Fast Charging

Fast charging atau ultra fast charging memang menawarkan waktu pengisian yang lebih singkat karena menggunakan daya listrik tinggi. Namun, penggunaan metode pengisian cepat secara berlebihan dapat mempercepat penurunan kinerja sel baterai.

Untuk penggunaan rutin, pemilik mobil listrik disarankan lebih sering menggunakan slow charging. Metode tersebut membutuhkan waktu lebih lama, tetapi dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan baterai.

3. Membiarkan Mobil Terpapar Suhu Ekstrem

Suhu terlalu panas maupun terlalu dingin dapat memengaruhi kinerja baterai mobil listrik. Karena itu, sistem pendingin baterai perlu dipastikan bekerja dengan baik.

Ketika cuaca panas, sistem pendingin membantu mencegah baterai mengalami panas berlebih. Sementara pada suhu rendah, sistem tersebut membantu menjaga temperatur baterai agar efisiensi dan masa pakainya tetap terjaga.

Pemilik mobil listrik juga sebaiknya memilih lokasi parkir yang terlindung dan tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama.

Baca Juga:
Jangan Sepelekan Abu Vulkanik, Bisa Rusak Mobil

4. Membiarkan Mobil Terparkir Lama dengan Baterai Kosong

Kebiasaan membiarkan mobil listrik tidak digunakan dalam waktu lama dengan kapasitas baterai sangat rendah juga perlu dihindari.

Kapasitas baterai yang dibiarkan kosong, terutama di bawah 10 persen, dapat mempercepat kerusakan baterai. Karena itu, pemilik sebaiknya memantau indikator kapasitas baterai meskipun kendaraan sedang tidak digunakan.

Jika kendaraan terparkir dan kapasitas baterai turun di bawah 20 persen, pengisian daya dapat dilakukan untuk menjaga level baterai tetap berada pada kondisi yang lebih aman.

5. Menggunakan Sumber Listrik dengan Tegangan Tidak Stabil

Kestabilan tegangan listrik juga perlu diperhatikan saat mengisi daya mobil listrik. Tegangan yang fluktuatif dapat memberikan tekanan berlebih terhadap baterai dan berpotensi mempercepat penurunan kualitas sel.

Karena itu, pastikan kendaraan terhubung dengan sumber listrik yang memiliki tegangan stabil. Pengaturan mode daya saat pengisian juga dapat disesuaikan untuk membantu mengontrol tegangan yang masuk ke kendaraan.

6. Mengisi Daya Tanpa Jadwal yang Teratur

Pengisian daya yang tidak teratur juga menjadi kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Menjadwalkan pengisian daya membuat proses pengisian lebih terkontrol dan memungkinkan pemilik memantau siklus penggunaan baterai.

Baca Juga:
Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Januari–Agustus 2026


Jadwal pengisian juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan kendaraan. Dengan begitu, baterai tidak perlu terlalu sering diisi daya ketika kapasitasnya masih mencukupi.

7. Sering Melakukan Akselerasi Mendadak

Mobil listrik memiliki karakteristik torsi instan sehingga mampu memberikan respons akselerasi yang cepat. Namun, kebiasaan melakukan akselerasi secara berlebihan dapat meningkatkan konsumsi energi dan memberikan beban lebih pada motor penggerak.

Untuk menjaga efisiensi energi sekaligus membantu memperpanjang usia baterai, pengemudi sebaiknya melakukan akselerasi secara bertahap dan menyesuaikannya dengan kondisi jalan.

Pada akhirnya, menjaga baterai mobil listrik tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan kendaraan. Kebiasaan pemilik dalam mengisi daya, menyimpan, dan mengendarai mobil juga berperan penting dalam menjaga kinerja serta usia pakai baterai.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan