Paddle shift khusus untuk memindahkan transmisi otomatis secara manual. Clublexus
Paddle shift khusus untuk memindahkan transmisi otomatis secara manual. Clublexus

Mengenal Cara Kerja Paddle Shift dan Transmisi Kopling Ganda

Otomotif teknologi otomotif tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 11 Oktober 2019 12:14
Jakarta: Dulu pembeli mobil hanya bisa memilih satu jenis transmisi kendaraan yang ingin dibelinya. Mau mobil bertransmisi manual atau otomotis saja. Tapi perkembangan teknologi otomotif yang cepat mengubah semuanya.
 
Kini pilihan transmisi bertambah dengan adanya teknologi dual clutch transmission (DCT). Pada mobil dengan transmisi ini, kinerja roda-roda gigi lebih dipermudah dan lebih ringan karena mekanismenya tak lagi memutar gigi dalam posisi diam saat melakukan perpindahan gigi. Sebelum gigi dipindahkan, putaran roda gigi yang dituju berikutnya sudah disesuaikan dengan rotasi mesin.
 
Mengutip dari BMWBlog, DCT menggunakan dua kopling terpisah, jadi DCT mengemas dua jenis transmisi dalam satu gearbox. Meski begitu, rata-rata transmisi jenis ini berbasis dari transmisi otomatis, namun dilengkapi dengan tombol, tuas atau paddle shift khusus untuk memindahkan transmisi secara manual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Paddle shift berfungsi untuk melakukan akselerasi (menaikkan gigi) dan deselerasi (menurunkan gigi) melalui sebuah kontrol di belakang setir. Seperti halnya sistem tiptronic, paddle shift membuat pengendaraan mobil dengan transmisi otomatis seperti layaknya mobil bertransmisi manual.
 
Rata-rata mobil yang menerapkan DCT tidak memiliki pedal kopling, dan bahkan saat pengemudi memindahkan tuas selektor transmisi P, R, N dan D, hanya dengan menginjak pedal rem saja.
 
Perkembangan DCT pun semakin canggih, perpindahan antar gigi transmisi semakin singkat dan halus, bisa membantu menghemat bahan bakar dan semakin mudah dioperasikan. Contohnya ada DCT milik Porsche atau BMW yang perpindahan transmisinya hanya 60 milidetik saja.
 
Transmisi jenis ini pun semakin banyak digunakan, awalnya hanya mobil-mobil mewah yang aplikasi DCT, namun kini brand Jepang juga mulai banyak menggunakannya.
 
Tidak hanya pada kendaraan roda empat, DCT juga diterapkan pada sepeda motor, seperti Honda NC750X dan Honda VFR1200F. Manfaat dan kemudahan pengoperasian kendaraan sudah pasti jadi salah satu sebab DCT semakin banyak digunakan pabrikan.
 
Tapi DCT juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya bobot gearbox yang lebih berat dan dimensinya lebih besar. Bobot yang berat pastinya berbanding lurus dengan performa kendaraan. Kemudian DCT masih tergolong teknologi mahal.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif