Flushing membantu mengeluarkan oli yang mengendap di dalam mesin. Oemdtc
Flushing membantu mengeluarkan oli yang mengendap di dalam mesin. Oemdtc

Mengenal Fungsi dan Efek Oil Flush ke Mesin

Otomotif perawatan kendaraan tips knowledge
M. Bagus Rachmanto • 28 November 2019 09:28
Jakarta: Saat mengganti oli mesin, sebagian pemilik mobil mungkin pernah melihat sang mekanik menyemprotkan angin menggunakan kompresor atau flushing ke dalam ruang mesin. Lalu apa tujuan flushing tersebut?
 
"Fungsinya untuk menjaga kualitas oli baru tetap optimal dalam melakukan tugasnya. Biasanya flushing dilakukan dengan penyemprotan angin dari kompresor," papar Mislam, mekanik yang praktek di bengkel Speed Shop di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, kepada Medcom.id, beberapa waktu lalu.
 
Menurut Mislam, flushing penting dilakukan yang tujuannya untuk menguras oli, karena oli yang keluar dari lubang ventilasi bisa dipastikan tidak semuanya keluar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Flushing akan mendorong oli yang mengendap di celah-celah mesin yang menampung oli, selain itu juga membantu membersihkan endapan kotoran berupa gram-gram dari komponen mesin.
 
Dijelaskan, bila tidak menyemprotkan angin atau flushing lebih dulu, oli baru yang dimasukan bisa terkontaminasi dengan oli lama, ini akan mempengaruhi kualitas pelumas yang baru.
 
"Sebaiknya dilakukan setiap mengganti oli, dengan melakukan flushing juga bisa menjaga takaran pelumas sesuai ukuran mesin, artinya bisa menjaga volume agar tidak kelebihan oli di dalam mesin," tutup Mislam.
 
Namun patut di waspadai, lantaran flushing juga diduga bisa merusak beberapa komponen dalam mesin. Penyebabnya karena udara yang bertekanan itu mengandung uap air sehingga berpotensi menimbulkan kontaminasi di oli. Kemudian tekanan yang terlalu besar, bisa membuat seal karet dan bahan kertas bisa rusak.
 
Di bengkel resmi, kebanyakan oli dikuras dengan cara membiarkan oli mesin habis dengan sendirinya tanpa bantuan angin bertekanan. Hal ini dikatakan oleh beberapa mekanik bengkel resmi sebagai solusi terbaiknya.
 
Mengganti oli mesin mobil, ada baiknya sekaligus melakukan pengecekan di saringan/filter oli. Lantaran komponen tersebut memiliki peran vital untuk memastikan performa mesin tetap optimal.
 
Cara kerja filter oli adalah menyaring kotoran dan menahannya dalam ruangan yang ada di filter tersebut, sehingga kotoran tidak masuk kembali ke dalam mesin.
 
Filter oli yang kotor atau tersumbat bisa menyebabkan mesin terkontaminasi kotoran, sirkulasi oli tidak lancar, dan fungsi oli sebagai pelindung dan pembersih serta pendingan menjadi tidak maksimal.
 
Disarankan ganti filter oli setiap 20.000 kilometer. Beberapa pendapat ada yang mengatakan ganti filter oli juga bisa dilakukan tiap dua kali ganti oli mesin.
 
Untuk patokan berapa bulan sekali, hal ini tergantung dari seberapa sering mobil digunakan sejauh 20.000 kilometer, karena patokan sebenarnya adalah pada jarak tempuh, bukan waktu.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif