Jakarta: Rem merupakan salah satu komponen vital yang harus dijaga kondisinya. Jangan sampai performa rem tidak sempurna karena bisa menyebabkan kecelakaan. Untuk itu wajib hukumnya untuk dapat memeriksa komponen satu ini secara berkala.
Menurut Fahmi pebengkel mobil di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, mendeteksi kampas rem yang sudah habis cukup mudah, bisa dengan cara didengarkan. Apabila muncul suara berdecit ketika rem bekerja, maka ada indikasi kampas rem sudah mulai habis.
Dikatakan ada dua masalah yang biasanya membuat rem berdecit. Pertama ada kotoran di antara kampas dan cakram, dan kedua kampas langsung bergesekan dengan cakram. Jika mendengarkan suara decitan, Anda bisa langsung memeriksanya dengan cara membuka ban. Kemudian lihat ketebalan kampas rem dari celah di bagian tengah kaliper.
Namun bila sulit untuk membuka ban dan memeriksa di bawah kolong bodi, ada cara lainnya. Cukup dengan cara membuka kap mesin dan memeriksa ketinggian volume minyak rem di wadahnya. Jika kondisi minyak berada di bawah ambang batas tengah wadah, ada indikasi kampas rem sudah menipis atau habis. Tapi sebelum memvonisnya, pastikan tidak ada kebocoran minyak rem di semua peranti komponen pengereman.
“Tanda-tanda kampas rem mobil sudah tipis atau habis, minyak rem di tabung pengisian berkurang (jika tidak ada kebocoran), rem bergetar, terdengar suara gesekan besi dengan besi saat mengerem, dan pedal rem yang semakin dalam,” kata Fahmi.
Khusus untuk mobil bertransmisi otomatis pengecekan sistem pengereman harus lebih ekstra dibanding mobil manual. Terlebih saat mobil usia digunakan dalam perjalanan panjang dan dalam kondisi macet. Tanda kampas rem aus bisa dilihat dari keluarnya sisa kotoran kampas rem, yang biasanya terlihat dan menempel di pelek mobil. Jika mobil matic berpenggerak roda depan, maka sisa kotoran kampas rem banyak terlihat di pelek depan, pun sebaliknya.
Merujuk usia pakai yang telah dianjurkan pabrikan, rata-rata kampas rem mobil matic mampu menempuh jarak hingga 35-40 ribu kilometer. Ini hanya setengah dari usia pakai kampas rem mobil manual yang bisa mencapai 60-70 ribu kilometer. Usia pakai juga dipengaruhi gaya mengemudi.
Agar tidak merembet ke komponen cakram/piringannya, Fahmi menyarankan agar segera melakukan penggantian kampas rem jika sudah aus. Sebab jika ditunda bisa bikin cakram/piringan tergores dan akan membuat pengereman tidak optimal. Selain itu akan memperpendek usia kampas rem yang baru dipasang.
Jakarta: Rem merupakan salah satu komponen vital yang harus dijaga kondisinya. Jangan sampai performa rem tidak sempurna karena bisa menyebabkan kecelakaan. Untuk itu wajib hukumnya untuk dapat memeriksa komponen satu ini secara berkala.
Menurut Fahmi pebengkel mobil di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, mendeteksi kampas rem yang sudah habis cukup mudah, bisa dengan cara didengarkan. Apabila muncul suara berdecit ketika rem bekerja, maka ada indikasi kampas rem sudah mulai habis.
Dikatakan ada dua masalah yang biasanya membuat rem berdecit. Pertama ada kotoran di antara kampas dan cakram, dan kedua kampas langsung bergesekan dengan cakram. Jika mendengarkan suara decitan, Anda bisa langsung memeriksanya dengan cara membuka ban. Kemudian lihat ketebalan kampas rem dari celah di bagian tengah kaliper.
Namun bila sulit untuk membuka ban dan memeriksa di bawah kolong bodi, ada cara lainnya. Cukup dengan cara membuka kap mesin dan memeriksa ketinggian volume minyak rem di wadahnya. Jika kondisi minyak berada di bawah ambang batas tengah wadah, ada indikasi kampas rem sudah menipis atau habis. Tapi sebelum memvonisnya, pastikan tidak ada kebocoran minyak rem di semua peranti komponen pengereman.

“Tanda-tanda kampas rem mobil sudah tipis atau habis, minyak rem di tabung pengisian berkurang (jika tidak ada kebocoran), rem bergetar, terdengar suara gesekan besi dengan besi saat mengerem, dan pedal rem yang semakin dalam,” kata Fahmi.
Khusus untuk mobil bertransmisi otomatis pengecekan sistem pengereman harus lebih ekstra dibanding mobil manual. Terlebih saat mobil usia digunakan dalam perjalanan panjang dan dalam kondisi macet. Tanda kampas rem aus bisa dilihat dari keluarnya sisa kotoran kampas rem, yang biasanya terlihat dan menempel di pelek mobil. Jika mobil matic berpenggerak roda depan, maka sisa kotoran kampas rem banyak terlihat di pelek depan, pun sebaliknya.
Merujuk usia pakai yang telah dianjurkan pabrikan, rata-rata kampas rem mobil matic mampu menempuh jarak hingga 35-40 ribu kilometer. Ini hanya setengah dari usia pakai kampas rem mobil manual yang bisa mencapai 60-70 ribu kilometer. Usia pakai juga dipengaruhi gaya mengemudi.
Agar tidak merembet ke komponen cakram/piringannya, Fahmi menyarankan agar segera melakukan penggantian kampas rem jika sudah aus. Sebab jika ditunda bisa bikin cakram/piringan tergores dan akan membuat pengereman tidak optimal. Selain itu akan memperpendek usia kampas rem yang baru dipasang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)