Mesin mobil berubah menjadi kasar dan berisik? Waspadai penyebabnya. A2
Mesin mobil berubah menjadi kasar dan berisik? Waspadai penyebabnya. A2

Ini Dia Biang Kerok Suara Mesin Mobil jadi Kasar

Ahmad Garuda • 19 Agustus 2026 18:07
Ringkasnya gini..
  • Suara mesin mobil Sobat Medcom tiba-tiba berubah menjadi kasar, bergemuruh, atau berdengung?
  • Kondisi ini tentu membuat pengemudi merasa cemas bahkan takut jika nantinya mengalami masalah yang besar.
  • Suara yang tidak biasa pada mesin mobil bukan sekadar masalah kenyamanan.
Jakarta - Suara mesin mobil Sobat Medcom tiba-tiba berubah menjadi kasar, bergemuruh, atau berdengung? Kondisi ini tentu membuat pengemudi merasa cemas bahkan takut jika nantinya mengalami masalah yang besar. 
 
Suara yang tidak biasa pada mesin mobil bukan sekadar masalah kenyamanan. Melainkan sebuah sinyal peringatan dini bahwa ada komponen di dalam mobil Sobat yang mengalami keausan atau penurunan performa.
 
Jangan abaikan perubahan suara ini! Berikut adalah deretan "biang kerok" utama yang paling sering menjadi penyebab suara mesin mobil mendadak jadi kasar beserta cara mengenalinya.

1. Kualitas Oli Menurun atau Volume Berkurang
Penyebab paling klise namun paling sering terjadi adalah masalah pada oli mesin. Oli berfungsi sebagai pelindung sekaligus pelumas antar-komponen besi yang bergesekan secara konstan (seperti piston, crankshaft, dan camshaft).
 
Jika oli sudah telat diganti, kotor, atau volumenya menyusut akibat penguapan/kebocoran, lapisan pelumas akan menipis. Akibatnya, gesekan antar-logam menjadi kering dan menimbulkan suara ketukan atau kasar yang cukup mengganggu.

Baca Juga:
Simak Estimasi Pajak Tahunan BYD M6 DM 2026


2. Masalah pada Komponen Kompresor AC
Sering kali pemilik mobil terkecoh mengira mesin utamanya yang rusak, padahal sumber suara kasar berasal dari sektor pendingin kabin. Ketika AC dihidupkan atau saat pedal gas diinjak dan muncul suara berisik seperti dengungan kasar, besar kemungkinan kompresor AC sudah aus, kekurangan oli internal, atau terdapat kotoran yang menyumbat bagian dalamnya.
 
3. Rantai Keteng (Timing Chain) atau Belt Kendur
Bagi mobil yang menggunakan rantai keteng maupun timing belt, komponen penghubung gerak ini memiliki usia pakai. Jika timing chain mulai aus atau tensionernya melemah, rantai akan menjadi longgar dan bergesekan dengan dinding pelindungnya.
 
Kondisi ini membuat mesin mengeluarkan suara 'ketukan' atau gemerincing yang tajam di bagian depan mesin. Begitu juga dengan fan belt atau tali kipas yang retak/kendur, biasanya akan memunculkan suara decitan.
 
4. Celah Katup Mesin (Valve) Merenggang
Seiring pemakaian kendaraan dalam jangka panjang, setelan celah katup di dalam mesin bisa berubah dari ukuran standar pabrikan. Jika celah katup terlalu longgar, komponen mekanis akan saling berbenturan lebih keras, sehingga memunculkan suara tik-tik-tik yang konstan terutama saat mesin dalam kondisi idle (langsam).
 
5. Busi Lemah atau Pembakaran Tidak Sempurna
Sistem pengapian memegang peranan vital dalam menjaga kehalusan kerja mesin. Busi yang sudah aus atau kotor membuat percikan api di ruang bakar menjadi tidak konsisten. Akibatnya, proses pembakaran bahan bakar tidak sempurna, memicu getaran berlebih, dan membuat suara mesin terdengar lebih kasar atau "brebet".

Baca Juga:
Berapa Minimal Daya buat Ngecas Motor Listrik di Rumah?


Mengatasi Mesin Kasar
-Rutin Servis Berkala: Ganti oli mesin tepat waktu (umumnya setiap 5.000 km untuk oli mineral atau 7.500–10.000 km untuk oli sintetis).
 
-Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai: Pastikan jenis BBM yang Anda pakai memiliki oktan yang direkomendasikan pabrikan agar terhindar dari gejala ngelitik (knocking).
 
-Segera ke Bengkel: Jika suara kasar tidak kunjung hilang setelah penggantian oli atau disertai penurunan performa drastis, segera bawa mobil ke bengkel kepercayaan Anda untuk pengecekan komprehensif.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan