Jakarta: Cairan radiator memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin motor tetap stabil. Namun, banyak pemilik kendaraan yang masih mengabaikan perawatan sistem pendingin, termasuk jadwal penggantian cairan radiator.
Padahal, mengganti cairan pendingin secara berkala dapat mencegah penumpukan kerak, karat, hingga risiko mesin overheat. Lalu, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk mengganti air radiator motor?
Berdasarkan rekomendasi pabrikan, penggantian coolant disarankan setiap 6 hingga 12 bulan sekali atau setelah menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 12.000 kilometer.
Untuk motor yang sering digunakan dalam kondisi macet, cuaca panas, atau medan berat, penggantian sebaiknya dilakukan lebih cepat.
Tips perawatan radiator
Perawatan radiator merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal. Dengan rutin mengganti coolant, membersihkan radiator, dan memeriksa komponen pendukungnya, risiko kerusakan akibat overheat dapat diminimalkan.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan seputar perawatan radiator motor:
1. Gunakan coolant khusus
Gunakan coolant khusus mengandung zat antikarat dan memiliki titik didih lebih tinggi sehingga mampu menjaga suhu mesin tetap stabil saat digunakan dalam berbagai kondisi. Hindari menggunakan air keran atau air sumur sebagai pengganti coolant.
2. Cek level cairan radiator secara rutin
Periksa ketinggian cairan pada tabung reservoir secara berkala. Pastikan posisi coolant berada di antara batas minimum dan maksimum yang tertera pada tabung.
Jika cairan sering berkurang tanpa tanda kebocoran yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem pendingin atau komponen mesin lainnya.
3. Kuras radiator secara berkala
Menguras radiator tidak hanya bertujuan mengganti cairan lama, tetapi juga membersihkan endapan lumpur, kerak, dan partikel logam hasil korosi yang dapat mengganggu kinerja sistem pendingin.
Sebagai panduan, pengurasan radiator ideal dilakukan setiap 6 bulan. Untuk penggunaan lebih berat, lakukan setiap 4 bulan sekali.
4. Bersihkan kisi-kisi Radiator
Debu, lumpur, hingga serangga yang menempel pada kisi-kisi radiator dapat menghambat aliran udara yang dibutuhkan untuk proses pendinginan. Karena itu, bersihkan bagian depan radiator saat mencuci motor.
5. Periksa kondisi selang dan tutup radiator
Selang radiator yang retak, mengeras, atau menggelembung berisiko menimbulkan kebocoran. Selain itu, pastikan klem selang masih terpasang dengan kuat.
Tutup radiator juga perlu diperhatikan karena berfungsi menjaga tekanan dalam sistem pendingin. Jika karet seal sudah aus atau terdapat karat, sebaiknya segera diganti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di