Mobil jarang dipakai? Waspadai hal-hal yang bisa terjadi ini. Ipocars
Mobil jarang dipakai? Waspadai hal-hal yang bisa terjadi ini. Ipocars

Mobil Jarang Dipakai? Waspadai Ragam Masalah ini!

Ahmad Garuda • 02 November 2026 19:11
Ringkasnya gini..
  • Memiliki kendaraan pribadi tentu memberikan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari.
  • Namun, karena berbagai alasan seperti beralih menggunakan transportasi umum, bekerja dari rumah.
  • Banyak pemilik beranggapan bahwa mobil yang jarang dipakai akan lebih awet karena komponennya tidak bekerja keras.
Jakarta - Memiliki kendaraan pribadi tentu memberikan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari. Namun, karena berbagai alasan seperti beralih menggunakan transportasi umum, bekerja dari rumah, atau memiliki lebih dari satu kendaraan mobil kerap kali hanya terparkir di garasi dalam waktu yang cukup lama.

Banyak pemilik beranggapan bahwa mobil yang jarang dipakai akan lebih awet karena komponennya tidak bekerja keras. Padahal, asumsi ini keliru besar. Kendaraan yang dibiarkan mangkrak justru rentan mengalami kerusakan akibat sejumlah komponen yang tidak berfungsi secara optimal.

Berikut adalah berbagai masalah yang mengintai mobil jarang dipakai beserta tips pencegahannya agar kendaraan tetap prima.

1. Aki Cepat Drop atau Soak
Ini adalah masalah paling klasik. Meskipun mesin tidak menyala, aki (battery) tetap mengalami proses pengosongan daya mandiri (self-discharge), terutama jika terdapat perangkat kelistrikan yang tetap aktif dalam mode standby (seperti alarm, jam digital, atau modul keyless).

 * Dampak: Mobil akan kesulitan bahkan gagal dinyalakan saat hendak digunakan kembali.
 * Solusi: Panaskan mesin mobil setidaknya 15–20 menit setiap 3–4 hari sekali. Anda juga bisa menggunakan smart charger atau slow charger berkualitas untuk menjaga voltase aki tetap stabil jika mobil ditinggal dalam waktu sangat lama.
 

2. Ban Mobil Mengalami Flat Spot (Benjol/Penyok Sisi)
Saat mobil parkir dalam waktu lama dengan posisi ban yang sama, seluruh beban berat kendaraan hanya bertumpu pada satu titik telapak ban secara terus-menerus.

 * Dampak: Tekanan angin akan berkurang secara perlahan, dan karet ban di titik tumpuan tersebut bisa mengalami deformasi atau peyang (flat spot). Akibatnya, mobil akan terasa bergetar atau berdenyut tidak nyaman saat dikemudikan kembali.
 * Solusi: Pastikan tekanan angin ban berada di atas standar normal sebelum mobil disimpan, atau sesekali gerakkan mobil maju-mundur beberapa sentimeter untuk memindahkan titik tumpu beban.

3. Penurunan Kualitas Bahan Bakar
Bahan bakar (bensin/solar) yang terlalu lama mengendap di dalam tangki (lebih dari sebulan) dapat mengalami degradasi kualitas. Komponen ringan di dalamnya akan menguap, meninggalkan residu kental mirip pernis yang bisa menyumbat saluran bahan bakar.

 * Dampak: Tarikan mesin terasa tersendat, pembakaran tidak sempurna, hingga risiko kerusakan pada fuel pump dan injektor.
 * Solusi: Usahakan kondisi tangki terisi penuh (full tank) jika mobil hendak ditinggal lama untuk meminimalisir ruang udara yang memicu pengembunan (kondensasi). Anda juga bisa menambahkan cairan aditif fuel stabilizer.

4. Oli dan Cairan Mesin Mengendap
Oli mesin, minyak rem, dan cairan coolant dirancang untuk bersirkulasi melumasi komponen. Ketika mobil jarang dipakai, oli akan turun dan mengendap di karter (panci oli), membuat komponen mesin bagian atas kering dalam waktu lama.
 

 * Dampak: Saat mesin pertama kali dinyalakan setelah lama mangkrak, terjadi gesekan kering (dry start) yang mempercepat keausan komponen internal mesin. Selain itu, minyak rem juga rentan menyerap kelembapan udara yang dapat menurunkan titik didihnya.
 * Solusi: Lakukan penggantian oli secara berkala berdasarkan acuan waktu (misalnya setiap 6 bulan sekali) meskipun jarak tempuh (kilometer) belum tercapai.

5. Korosi dan Karat pada Piringan Rem (Brake Disc)
Piringan rem terbuat dari besi mentah yang sangat sensitif terhadap kelembapan udara dan air hujan. Saat mobil jarang bergerak, debu dan kelembapan yang menempel akan memicu munculnya lapisan karat tipis pada permukaan cakram.

 * Dampak: Rem akan terasa berdecit saat pertama kali digunakan, atau dalam kasus parah, kampanye rem bisa lengket pada piringan cakram.
 * Solusi: Bersihkan area kolong dan roda secara rutin, serta jalankan mobil sebentar di sekitar rumah untuk merontokkan lapisan karat awal pada piringan rem secara alami melaluigesekan kampas.

6. Risiko "Invasi" Hewan Pengerat (Tikus)
Garasi yang tenang dan kompartemen mesin yang hangat menjadikan mobil yang jarang dipakai sebagai tempat bersarang yang sangat disukai oleh tikus atau kucing liar.

 * Dampak: Kabel-kabel kelistrikan vital sering kali menjadi sasaran gigitan tikus, yang berpotensi menyebabkan korsleting, lampu mati, hingga mobil gagal starter.
 * Solusi: Buka kap mesin sesekali untuk sirkulasi udara, hindari meninggalkan sisa makanan atau sampah di dalam kabin, dan gunakan kap pelindung mobil atau kamper/penolak tikus jika diperlukan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan