DKI Jakarta: Merawat mobil tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Sejumlah servis ringan mobil dapat dilakukan sendiri di rumah menggunakan peralatan sederhana. Selain membantu menghemat biaya perawatan, kebiasaan ini juga membuat pemilik lebih peka terhadap kondisi kendaraan sehingga potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal.
Mitsubishi Motors memberikan paduan sejumlah perawatan ringan mobil yang dapat dilakukan sendiri di rumah.
1. Memeriksa Oli Mesin
Pastikan volume oli mesin berada di antara tanda minimum dan maksimum. Perhatikan juga kondisi oli. Jika warnanya sudah sangat pekat atau telah melewati jadwal penggantian, segera lakukan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Memeriksa Tekanan dan Kondisi Ban
Gunakan pressure gauge atau pompa angin digital untuk memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi yang tertera pada pilar pintu atau buku manual kendaraan.
Selain tekanan, periksa kondisi tapak ban. Jika ditemukan retakan, benjolan, atau keausan yang tidak merata, lakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.
Baca Juga :
Urusan Servis Mobil Suzuki Juga Bisa di GIIAS 2026, Ada Diskon Pula!
3. Membersihkan Filter Udara Mesin
Filter udara yang kotor dapat mengurangi pasokan udara ke ruang bakar sehingga berpengaruh terhadap performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
Pemilik mobil dapat membuka rumah filter dan mengeluarkan filter untuk dibersihkan menggunakan udara bertekanan rendah. Jika kondisinya sudah terlalu kotor, filter sebaiknya diganti.
4. Mengecek Air Radiator dan Cairan Lainnya
Selain oli mesin, beberapa cairan kendaraan juga perlu diperiksa secara berkala. Cairan tersebut antara lain coolant, minyak rem, air wiper, dan oli power steering untuk kendaraan yang masih menggunakan sistem hidraulik. Pastikan seluruh cairan berada pada batas yang direkomendasikan.
5. Memeriksa Kondisi Aki
Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan melihat kondisi terminal aki. Jika terdapat kerak putih pada terminal, bersihkan menggunakan sikat khusus. Pastikan juga baut pengikat aki tetap dalam kondisi kencang.
6. Memeriksa Lampu Kendaraan
Luangkan waktu untuk memeriksa seluruh lampu kendaraan, mulai dari lampu utama, lampu sein, lampu rem, lampu mundur, hingga lampu kabut jika tersedia. Penggantian bohlam yang mati umumnya dapat dilakukan sendiri dengan mengikuti petunjuk pada buku manual kendaraan.
Baca Juga :
Tips Perawatan Mobil Hybrid, Masih Perlu Dipanaskan atau Tidak?
7. Membersihkan Kabin dan Ruang Mesin
Membersihkan interior secara rutin membuat kabin lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kualitas udara di dalam mobil.
Ruang mesin juga dapat dibersihkan dari debu dan daun kering. Kondisi ruang mesin yang bersih akan memudahkan pemilik melihat apabila terdapat kebocoran oli atau cairan lainnya.
Kapan Harus ke Bengkel?
Meskipun sejumlah perawatan ringan dapat dilakukan sendiri, servis berkala di bengkel resmi tetap penting untuk memastikan seluruh sistem kendaraan bekerja secara optimal.
Pekerjaan seperti penggantian oli transmisi, spooring dan balancing, servis rem, pemeriksaan suspensi, tune-up, hingga pemeriksaan menggunakan alat diagnostik sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman sesuai jadwal servis yang direkomendasikan pabrikan.
DKI Jakarta: Merawat mobil tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Sejumlah
servis ringan mobil dapat dilakukan sendiri di rumah menggunakan peralatan sederhana. Selain membantu menghemat biaya perawatan, kebiasaan ini juga membuat pemilik lebih peka terhadap kondisi kendaraan sehingga potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal.
Mitsubishi Motors memberikan paduan sejumlah perawatan ringan mobil yang dapat dilakukan sendiri di rumah.
1. Memeriksa Oli Mesin
Pastikan volume oli mesin berada di antara tanda minimum dan maksimum. Perhatikan juga kondisi oli. Jika warnanya sudah sangat pekat atau telah melewati jadwal penggantian, segera lakukan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Memeriksa Tekanan dan Kondisi Ban
Gunakan pressure gauge atau pompa angin digital untuk memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi yang tertera pada pilar pintu atau buku manual kendaraan.
Selain tekanan, periksa kondisi tapak ban. Jika ditemukan retakan, benjolan, atau keausan yang tidak merata, lakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.
3. Membersihkan Filter Udara Mesin
Filter udara yang kotor dapat mengurangi pasokan udara ke ruang bakar sehingga berpengaruh terhadap performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
Pemilik mobil dapat membuka rumah filter dan mengeluarkan filter untuk dibersihkan menggunakan udara bertekanan rendah. Jika kondisinya sudah terlalu kotor, filter sebaiknya diganti.
4. Mengecek Air Radiator dan Cairan Lainnya
Selain oli mesin, beberapa cairan kendaraan juga perlu diperiksa secara berkala. Cairan tersebut antara lain coolant, minyak rem, air wiper, dan oli power steering untuk kendaraan yang masih menggunakan sistem hidraulik. Pastikan seluruh cairan berada pada batas yang direkomendasikan.
5. Memeriksa Kondisi Aki
Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan melihat kondisi terminal aki. Jika terdapat kerak putih pada terminal, bersihkan menggunakan sikat khusus. Pastikan juga baut pengikat aki tetap dalam kondisi kencang.
6. Memeriksa Lampu Kendaraan
Luangkan waktu untuk memeriksa seluruh lampu kendaraan, mulai dari lampu utama, lampu sein, lampu rem, lampu mundur, hingga lampu kabut jika tersedia. Penggantian bohlam yang mati umumnya dapat dilakukan sendiri dengan mengikuti petunjuk pada buku manual kendaraan.
7. Membersihkan Kabin dan Ruang Mesin
Membersihkan interior secara rutin membuat kabin lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kualitas udara di dalam mobil.
Ruang mesin juga dapat dibersihkan dari debu dan daun kering. Kondisi ruang mesin yang bersih akan memudahkan pemilik melihat apabila terdapat kebocoran oli atau cairan lainnya.
Kapan Harus ke Bengkel?
Meskipun sejumlah perawatan ringan dapat dilakukan sendiri, servis berkala di bengkel resmi tetap penting untuk memastikan seluruh sistem kendaraan bekerja secara optimal.
Pekerjaan seperti penggantian oli transmisi, spooring dan balancing, servis rem, pemeriksaan suspensi, tune-up, hingga pemeriksaan menggunakan alat diagnostik sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman sesuai jadwal servis yang direkomendasikan pabrikan.
(UDA)